Oleh: hadilestari | Juni 12, 2009

Rahasia tidur & sholat tahajjud

Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para saintis Barat seperti Dr Ray Meddis, seorang profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama TIGA JAM .

Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur ayam adalah masa berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang sebenarnya ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian saintis Barat yaitu cukup selama TIGA JAM.

Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Apabila seseorang atlit (Atlet lari,misalnya) ketika hendak mengikuti lomba lari maka dia akan berlatih mungkin sekitar setahun sebelum perlombaan itu dimulai. Dengan demikian dia berharap bisa menjadi juara. Demikian juga dengan kita, harus melatih diri kita tidur sesuai aturan yang baik

Menurut kajian ahli pengobatan Barat, Sebelum kita pergi tidur, pertama-tama kita akan merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan kita akan menurun. Dengan mengatur waktu tidur dan menggunakan termometer kita bisa melatih diri kita untuk tidur bila perlu. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia yang masuk syurga karena ibadah malamnya dan kurang tidur malam.

Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud : “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” ( Surah az-Zariat ayat 15-18 )

Rasulullah S.A.W. telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar lengkap dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :

1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur

2. Tunaikan solat Isya’ sebelum tidur.

3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.

4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah S.A.W.

5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.

Cara bangun tidur juga ada hal perlu diikuti untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang suka bangun tidur terus langsung melompat dari tidurnya maka beresiko terkene penyakit jantung dan bisa menyebabkan meninggal. Demikian menurut pendapat seorang doktor dari China – Dr Huang Guoxiong dari Badan Pengobatan Lioning.

PENDAPAT AHLI SASTRA BARAT

Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai pentingnya mengurangi tidur untuk mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka menjawab: ” The woods are lovely, dark and deep but I have promises to keep and miles to go before I sleep.” Maksudnya ” Taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur.”

“The heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the night.” – Longfellow Maksudnya ” Pencapaian kerja yang tinggi oleh orang-orang ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga larut malam pada waktu teman-temannya/yang lain sedang nyenyak tidur.” Ini jelas menunjukkan mereka meminimalkan waktu tidur untuk mencapai kesuksesan dalam hidup mereka.

RAHASIA SHOLAT TAHAJUD

Sekarang kita kembali kepada perbincangan tentang sholat tahajud. Apakah kebaikan dan kelebihan yang kita peroleh dari mengerjakan sholat tahajud sementara yang lain sedang nyenyak tidur.

Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah Allah itu mendatangkan kebaikan.Bahkan pernah waktu di sekolah,ada temen yang nanya ke guru agama,”Bu kalau melaksanakan sholat tahajud apa kita nantiunya nggak masuk nagin?”( he..he…pertanyaan bodoh bukan?)

Sesungguhnya Sholat tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain .

Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfera bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.

Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfera bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.

Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat.Secara kasar, pertama kita berdiri tegak (qiyam) kemudian mengangkat kedua tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada – kita telah membesarkan rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta menggerakkan otot di kedua belah tangan.

Ketika ruku’ dengan badan membungkuk ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkai.

Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di atas otot-otot kedua tangan, kaki. dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan.

Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan sesudah itu kita berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali ini secara automatik kita telah menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, peha, kaki bagian bawah dan otto-otot lainnya. Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk – pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal paha, selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.

Ketika kita memberi salam , kita menggerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain.

Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup oksigen yang istimewa dan gerakan otot-otot yang semuanya itu sudah tentu akan menyehatkan tubuh kita. Sholat tahajud bisa juga menjauhkan penyakit pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.

“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Surah al-Isra’ 17: 79)

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” ( Surah az-Zariat ayat 15-18 )

Oleh: hadilestari | Mei 22, 2009

Keutamaan Shalat Fajr (Qabliyah Shubuh)

عن عائشة عن النبي قال (( ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها )). رواه مسلم. وفي رواية (( لهما أحب إلي من الدنيا جميعاً ))

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”

Makna Kalimat :

Shalat Fajr : yakni Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Shubuh.

lebih baik dari pada dunia : yakni lebih baik daripada perhiasan dunia. Ada juga yang berpendapat maknanya : lebih baik daripada menginfakkan harta dunia di jalan Allah. Makna pertama lebih tepat.

Pelajaran dari Hadits :

1. Keutamaan akhirat dibanding dunia. Karena perhiasan dunia, bagaimanapun indah dan mahalnya, maka itu semua akan hilang dan sirna. Adapun akhirat, maka kenikmatannya kekal selama-lamanya dan tidak akan sirna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ [النحل/96]

“Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” [An-Nahl : 96]

Maka orang yang berakal sehat tidak akan menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang fana dengan meninggalkan yang kekal. Namun seorang yang berakal sehat adalah seorang yang senantiasa memperhatikan dan bersemangat terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk akhiratnya, dengan tetap mencari kehidupan dunia sekadar mencukupi kebutuhannya. Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا [القصص/77]

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kehidupan dunia.” [Al-Qashash : 77]

2. Betapa besar nilai pahala yang Allah berikan untuk dua rakaat shalat fajr (yakni shalat sunnah rawatib qabliyah shubuh), padahal dua raka’at tersebut adalah amalan yang ringan. Ini merupakan salah satu bentuk keutamaan dan keluasan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla.

3. Jika seorang muslim telah mengetahui betapa besar nilai pahala shalat fajr, maka selayaknya dia untuk senantiasa menjaganya. Sungguh dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar menjaga shalat fajr tersebut dengan sebenar-benar penjagaan, sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : “Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan kedua rakaat tersebut.” beliau juga menuturkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjaga amalan nafilah lebih kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua rakaat fajr.”

4. Tuntutan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melaksanakan dua rakaat ini dengan ringan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum shalat shubuh, sampai-sampai aku mengatakan, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab‘?” [Muttafaqun ‘alaihi]

5. Tuntunan sunnah pada rakaat pertama setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (Qul huwallahu ahad).

Atau boleh juga pada rakaat pertama membaca ayat :

قُولُوا آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (136) [البقرة/136]

Katakanlah (wahai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. [Al-Baqarah : 136]

Sedangkan pada rakaat kedua membaca :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (64) [آل عمران/64]

Katakanlah: “Wahai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, yaitu kita tidak beribadah kecuali kepada Allah dan tidak kita persekutukan-Nya dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb-Rabb selain Allah”. Kika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Ali ‘Imran : 64]

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah :

أن رسول الله قرأ في ركعتي الفجر ( قل يا أيها الكافرون ) و (قل هو الله أحد) رواه أبو داود

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat dua rakaat fajr surat “Qul Ya Ayyuhal Kafirun” dan surat “Qul Huwallahu Ahad” [HR. Abu Dawud]

Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan :

كان رسول الله يقرأ في ركعتي الفجر (قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا ) والتي في آل عمران ( تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ) رواه مسلم

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada dua rakaat fajr :

(قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا )

dan berikutnya ayat yang pada surat Ali ‘Imran

( تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ) [HR. Muslim]

6. Apabila seorang muslim mengerjakan shalat fajr tersebut di rumahnya, kemudian dia merasa ingin istirahat sejenak, seperti kalau sebelumnya ia telah mengerjakan shalat tahajjud dengan sangat panjang, maka dituntunkan baginya untuk berbaring pada bagian kanan, dengan syarat dia yakin bahwa ia tidak akan ketinggalan shalat shubuh berjama’ah di masjid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila shalat dua rakaat fajr, beliau kemudian berbaring pada bagian kanannya.” [HR. Al-Bukhari]

7. Shalat sunnah fajr adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat shubuh. Apabila dia sampai ke masjid ternyata iqamat sudah dikumandangkan (sementara dia belum sempat mengerjakan shalat fajr), maka ia tetap langsung shalat shubuh berjama’ah bersama imam. Kemudian dia bisa mengerjakan shalat sunnah fajr tersebut setelah shalat berjama’ah shubuh. Atau kalau dia mau, dia menunggu sampai matahari terbit dan mengerjakannya ketika matahari sudah tinggi.

Dari shahabat Qais bin ‘Amr :

رأى رسول الله رجلا يصلي بعد صلاة الصبح ركعتين، فقال رسول الله: ( صلاة الصبح ركعتان ) فقال الرجل : إني لم أكن صليت الركعتين اللتين قبلهما، فصليتهما الآن. فسكت رسول الله

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang pria shalat dua rakaat setelah shalat shubuh. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menegurnya, “Shalat shubuh itu hanya dua rakaat.” Maka pria tersebut menjawab, “Aku tadi belum sempat mengerjakan shalat dua rakaat yang dikerjakan sebelumnya (yakni qabliyah shubuh), maka aku mengerjakannya sekarang.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diam (tanda setuju). [HR. Abu Dawud. Dan Al-Imam Al-Mubarakfuri mentarjih hadits ini shahih, dalam kitab beliau Tuhfatul Ahwadzi Syarh At-Tirmidzi).

Sumber :

http://www.assalafy.org/mahad/?p=323#more-323

Oleh: hadilestari | Mei 20, 2009

APBN 2007 Tidak Tepat Sasaran

Media-Indonesia, 14 Januari 2008

JAKARTA–MEDIA: Belanja negara sebesar Rp771,1 triliun dalam APBN 2007 dinilai tidak tepat sasaran. Pemborosan anggaran sekitar Rp232 triliun habis untuk kebutuhan birokrasi dan tidak fokus pada kebutuhan mendesak di bidang pendidikan dan kesehatan.

“APBN dan APBD 2007 belum dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Belanja negara akhirnya lebih banyak diporsikan membayar hutang dan belanja birokrasi. Hampir seluruh departemen dan lembaga pemerintah, menghabiskan 60%-70% anggarannya untuk kebutuhan birokrasi,” kata Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Arif Nur Alam, ketika menjawab pertanyaan Media Indonesia, di Jakarta, Minggu (13/1).

Sekretariat Nasional Fitra mencatat, indikasi pemborosan dalam belanja birokrasi yang dilakukan pemerintah pusat mencapai Rp102 triliun. Hal yang sama terjadi pada realisasi APBD 2007. Belanja birokrasi dalam APBD 2007 di 467 daerah yang mencakup 33 provinsi dan 434 kabupaten/kota mencapai Rp130,4 triliun, atau menyedot 39% total dana APBD.

Cermin buruknya kualitas belanja pemerintah terlihat dalam besarnya porsi belanja birokrasi pada sektor utama yang seharusnya mendapat prioritas, yakni pendidikan dan kesehatan. Arif menyebutkan, kedua sektor tersebut hanya mendapat Rp66,6 triliun atau 8,9% dari total belanja negara dalam APBN 2007.

“Dari Rp51,3 triliun (6,9%) anggaran pendidikan sebagian besar dihabiskan untuk birokrasi sebesar Rp29 triliun, gaji dan tunjangan Rp4,8 triliun dan perkantoran Rp2,7 triliun. Hal seperti ini tidak hanya terjadi di Departemen Pendidikan Nasional saja,” papar Koordinator Analisis FITRA Yeni Sucipto.

Padahal, ujar Yeni, banyak pihak yang mengharapkan pemerintah benar-benar menepati alokasi 20% APBN yang dialokasikan pada sektor pendidikan, terkait dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang uji materi APBN 2006 dan UU 13/2005. Paling tidak, sekitar Rp142,7 triliun APBN 2007 seharusnya dialokasikan untuk pendidikan.

“Bukannya naik, tapi alokasi pendidikan malah turun dari 8% di 2006 menjadi 6,9% tahun ini. Defisit dan utang ternyata masih dijadikan justifikasi pemerintah atas tidak terpenuhinya alokasi 20% itu,” imbuhnya.

Divisi Analisis Fitra Roy Salam menambahkan, pada umumnya belanja bantuan sosial dalam APBD didominasi kentalnya kepentingan politis kepala daerah.”Hal itu menyedot 4% atau sekitar Rp12,6 triliun dari total APBD,” kata dia.

Fakta yang sama terjadi pada kualitas belanja lembaga legislatif anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Analisis Fitra terhadap Rencana Kerja Anggaran Kementrian dan Lembaga (RKA-KL) DPR RI 2007 terungkap, sekitar Rp79,3 triliun atau 61% anggaran dewan habis untuk memenuhi kebutuhan ‘perut’ anggota DPR.

Arif menjelaskan, anggaran itu terbagi ke dalam tiga jenis kategori yakni gaji, honorarium dan tunjangan reguler (Rp190,82 miliar), tunjangan listrik, telepon, dan komunikasi intensif (Rp185,48 miliar), berbagai macam uang harian dan representasi (Rp257,3 miliar berbagai macam uang operasional dan transport (Rp87,53 miliar) dan tunjangan pengadaan tenaga ahli dan asisten (Rp92,4 miliar). Anggaran lembaga DPR tahun ini Rp1,85 triliun atau meningkat 40% jika dibandingkan dengan 2006 yang hanya Rp1,1 triliun.

Sejumlah item yang terindikasi memboroskan keuangan negara tercermin dalam kasus rencana pembelian komputer jinjing (laptop) bagi anggota DPR dan pembelian 550 unit mesin faksimile, yang sebenarnya tidak mendesak.

Pemborosan anggaran juga terjadi pada DPD RI yang mencapai 62% atau Rp134 miliar. Tidak jauh berbeda, anggaran lembaga penegakan hukum juga dinilai tidak tepat sasaran dan itu diperlihatkan dengan buruknya kinerja penegakan hukum tahun ini.

“Anggaran untuk penegakan hukum sebagian besar tersedot untuk belanja pegawai, sarana dan prasarana kantor. Hal ini terlihat dari realisasi APBN Polri, kejaksaan, Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY) dan Komnas HAM,” tutur Arif.

Departemen Keuangan (Depkeu) sendiri menyatakan, perkembangan kinerja APBN-P 2007 dinilai telah memuaskan. Depkeu menilai, kualitas belanja APBD juga meningkat, dalam beberapa tahun terakhir.

“Terdapat kenaikan belanja non-pegawai (belanja modal) pada bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas belanja APBD,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati, ketika memaparkan kinerja Depkeu, Desember 2007.

Realisasi pendapatan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp724,2 triliun (19,2% PDB), atau lebih tinggi 4,3% dari targetnya dalam APBN-P 2007. Sementara realisasi belanja negara diperkirakan mencapai Rp771,1 triliun (20,4% PDB). (Zhi/OL-2)

Oleh: hadilestari | Mei 20, 2009

pidato presiden ri : rapbn 2009

PIDATO KENEGARAAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SERTA
KETERANGAN PEMERINTAH
ATAS
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 BESERTA NOTA KEUANGANNYA
DI DEPAN RAPAT PARIPURNA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Jakarta, 15 Agustus 2008

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,
Yang saya hormati, Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Yang saya hormati, Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-lembaga Negara,
Yang Mulia para Duta Besar dan Pimpinan Perwakilan Badan-badan dan Organisasi Internasional,
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Hadirin yang saya muliakan,

Marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan  kesehatan, untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita, kepada bangsa dan negara tercinta. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah  ini, untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dewan, yang telah memberikan kesempatan kepada saya, untuk menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Keterangan Pemerintah atas RAPBN Tahun 2009, beserta Nota Keuangannya.

Insya Allah,
dua hari lagi, kita akan memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-63.  Marilah kita bersama memberikan penghormatan yang tinggi, kepada segenap pejuang dan pahlawan bangsa, serta  para  pendahulu kita. Jasa-jasa dan pengorbanan mereka harus kita balas dengan menjaga kedaulatan dan keutuhan kita sebagai bangsa, serta bekerja keras bersama untuk mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan.
Saudara-saudara,

Tahun 2008 ini merupakan tahun yang sangat bermakna bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Tahun ini kita memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional; 80 tahun Sumpah Pemuda;  dan  10 tahun Reformasi.  Tonggak-tonggak sejarah ini, membuktikan jati-diri Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang tangguh, bangsa yang selalu mampu mengatasi tantangan zaman.  Setiap cobaan yang kita alami, membuat kita lebih tegar.  Setiap krisis yang kita hadapi, membuat kita lebih kuat.  Setiap tantangan yang silih berganti, membuat kita lebih bersatu.
Dalam 10 tahun terakhir semenjak bergulirnya reformasi, bangsa Indonesia telah menjalani salah satu era yang paling transformasional dalam sejarah Indonesia modern. Kita tahu,  hanya segelintir bangsa-bangsa di dunia yang menghadapi badai dan gejolak bertubi-tubi sebagaimana yang kita alami.  Dan hanya segelintir kecil bangsa-bangsa yang mampu bertahan, bahkan bangkit menjadi lebih tegar akibat dari cobaan-cobaan sejarah tersebut.

Dari kondisi yang terpuruk 10 tahun lalu, Indonesia kini telah berubah menjadi bangsa yang dinamis dan penuh harapan.  Kita sudah pulih dari krisis moneter yang dulu melumpuhkan  Indonesia.  Kita telah melaksanakan reformasi yang menyeluruh di berbagai sektor. Kita sudah berhasil menjalani transisi demokrasi yang penuh tantangan, yang kini menjadikan Indonesia negara demokrasi ketiga terbesar di dunia.  Kita juga berhasil mengembangkan budaya politik baru yang demokratis, yang mengedepankan keterbukaan, kebebasan berpendapat, dan akuntabilitas pada rakyat, di mana sekarang hukumlah yang menjadi panglima.  Kita juga berhasil, dalam tahun-tahun terakhir ini, memperkokoh integritas NKRI : Aceh yang damai, Papua yang stabil, serta Maluku, Poso, dan Sampit yang tenteram. Kita berhasil mengatasi bencana alam paling dahsyat di dunia, yaitu tragedi tsunami tahun 2004, dengan semangat solidaritas dan gotong-royong.  Dan kita telah kembali menempatkan Indonesia di garis terdepan percaturan regional dan internasional. Semua ini bukanlah prestasi individu atau kelompok, namun prestasi dan kerja keras seluruh bangsa Indonesia.

Dengan segala perubahan mendasar ini, kita tetap melestarikan jati-diri bangsa kita, yang tercermin dalam empat pilar: yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.  Apapun yang terjadi, kita harus terus berpegang teguh pada keempat pilar itu, sebagai landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun dengan semua ini, kita harus menyadari bahwa bangsa kita masih terus diterpa oleh berbagai cobaan yang berat.  Karena itulah, kita tidak punya alasan, dan tidak ada waktu, untuk mengeluh dan berpangku tangan.  Kita tidak bisa tenggelam dalam budaya sinisme dan sifat gamang yang tak kunjung habis. Dan kita tidak boleh lengah membaca zaman yang telah berubah.

Inilah masanya kita mengubah mentalitas mudah menyerah menjadi semangat yang berorientasi pada peluang. Saya sungguh yakin bahwa setiap masalah, setiap krisis, betapapun beratnya, selalu mengandung benih-benih peluang dan selalu ada jalan keluarnya. Percayalah, masalah-masalah yang kita hadapi dewasa ini juga dihadapi bangsa-bangsa lain. Sejarahlah yang kelak akan membedakan antara mereka yang hanya bisa meratapi nasib, dan mereka yang tak pernah menyerah mencari solusi. Sejarah kebangkitan dan perubahan Indonesia, dari 1908, 1928, 1945, sampai 1998, semuanya diukir oleh pejuang-pejuang yang bermental Harus Bisa!  Apapun masalahnya, kapanpun masanya, seberapapun keterbatasannya, kalau kita bermental BISA, kita semua BISA, dan Indonesia pasti BISA!

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah air,
Hadirin yang saya muliakan,

Terus terang tahun 2008 ini adalah tahun yang sulit dan sarat dengan tantangan. Harga minyak dunia mencapai titik tertinggi dalam sejarah.  Harga pangan di berbagai penjuru dunia melonjak drastis.  Ekonomi dunia terancam resesi.  Bank Dunia memprediksi bahwa situasi energi dan pangan ini berpotensi memicu krisis sosial, ekonomi dan politik di 33 negara, dan mengakibatkan 100 juta orang di seluruh dunia kembali jatuh di bawah garis kemiskinan.
Kenaikan harga minyak dan pangan dunia yang sangat tinggi, dengan cepat berdampak kepada melambungnya subsidi energi dan pangan dalam anggaran kita.  Tentu Pemerintah akan terus berusaha untuk menekan dampak negatifnya bagi masyarakat.

Masalah yang kita hadapi sungguh tidak ringan. Beban subsidi minyak dan listrik diperkirakan akan naik tiga kali lipat sampai akhir tahun, dibanding anggaran subsidi energi pada APBN tahun 2008.  Dan kita tidak bisa memungkiri bahwa subsidi energi ini lebih banyak dinikmati oleh mereka yang memiliki mobil, dan mereka yang memiliki rumah dengan daya listrik yang besar. Dana ini seharusnya dimanfaatkan untuk membantu jutaan rakyat kita yang masih miskin, yang jauh lebih membutuhkan bantuan dari Pemerintah.

Namun, di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu ini, sesungguhnya kita patut bersyukur, karena kondisi pangan negara kita relatif lebih baik dari banyak negara lain.  Mungkin fakta ini belum banyak diketahui masyarakat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada Sidang Dewan yang terhormat, dan kepada seluruh rakyat Indonesia, insya Allah, pada tahun ini kita kembali mencapai swa sembada beras. Ini adalah untuk pertama kalinya sejak masa Orde Baru, produksi beras nasional lebih tinggi daripada konsumsi beras kita. Itulah sebabnya, juga untuk pertama kali sejak masa Orde Baru, harga beras di dalam negeri lebih rendah daripada harga beras internasional.

Surplus beras ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.  Dalam suasana krisis pangan global ini, kita harus memperkuat stok pangan nasional kita. Pemerintah telah menetapkan bahwa stok beras nasional ditingkatkan hingga mencapai 3 juta ton, dari sebelumnya hanya 1 juta ton. Barulah setelah itu, kita berbicara tentang kemungkinan ekspor beras. Stok beras yang kuat ini, akan menjamin ketahanan pangan kita, sekaligus stabilitas harga beras pada tingkatan yang terjangkau oleh masyarakat luas.

Yang penting, dalam kondisi yang sulit ini, kita harus menghindari sikap saling menyalahkan, saling menyerang dan saling menjatuhkan demi tujuan politik sesaat. Sebaliknya, kita justru harus tetap optimis, terus bekerja-sama, bahu membahu untuk mengubah krisis menjadi peluang, demi kebaikan rakyat Indonesia.

Saudara-saudara
Saat ini, kita telah memasuki tahun politik, bahkan tahun kampanye.  Tahun depan kita akan mengadakan Pemilihan Umum Legislatif yang ketiga dalam era reformasi, dan Pemilihan Presiden secara langsung yang kedua dalam sejarah demokrasi kita
Demokrasi kita kembali diuji. Apakah kita bisa melampaui tahun pemilu dengan baik dan damai? Saya rasa kita sepakat untuk menjawabnya : Bisa ! Kita Bisa!

Marilah kita kembali menjawab tantangan sejarah ini, dengan menjadikan Indonesia sebagai demokrasi yang pantas dicontoh oleh dunia.

Kita telah mampu menunjukkan pada dunia, prestasi gemilang penyelenggaraan pesta demokrasi yang begitu aman, tertib, damai, jujur dan adil pada tahun 2004. Kita harus mampu menjaga prestasi itu, dan bahkan meningkatkannya. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, misi kita bersama.

Pemilu 2009 harus kita sukseskan, sehingga amanah rakyat benar-benar dapat diwujudkan, yaitu parlemen dan pemerintahan yang bersih dan efektif. Tentu saja, untuk mewujudkan hal itu, kita semua harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, yaitu kebebasan berpendapat, termasuk berpolitik, tetapi tetap dengan landasan etika dan aturan main, serta atas dasar kepentingan bersama. Berani menerima kemenangan dan berani pula menerima kekalahan secara kesatria.

Dalam hal berdemokrasi ini, mari kita jalankan hak-hak demokrasi kita, kebebasan kita, dengan menghargai hak-hak dan kebebasan orang lain, serta dengan menghargai ketertiban dan pranata hukum (the rule of law). Kemampuan kita untuk menjaga keseimbangan antara hak dan tanggung jawab, antara kebebasan dan ketertiban, akan menentukan kemajuan demokrasi kita. Dalam hal ini, tidak ada tempat bagi anarki. Karena demokrasi terlalu berharga untuk dirusak oleh anarki. Pada kesempatan yang terhormat ini, saya tegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dan tidak akan kalah terhadap anarkisme dan kekerasan.

Saudara- saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Hadirin yang saya muliakan.

Pembangunan ekonomi, kita laksanakan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata. Oleh karena itu, strategi yang saya gariskan adalah strategi ”pertumbuhan disertai pemerataan” atau ”growth with equity”. Percepatan pembangunan ekonomi, telah memberikan dampak yang positif  baik pada percepatan penurunan tingkat pengangguran terbuka maupun tingkat kemiskinan. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2006 mencapai 10,5 persen, kini telah berhasil diturunkan menjadi 8,5 persen pada Februari 2008. Begitu pula, tingkat kemiskinan, mengalami penurunan dari 17,7 persen pada tahun 2006 menjadi 15,4 pesen pada Maret 2008. Angka kemiskinan tahun 2008 ini, adalah angka kemiskinan terendah, baik besaran maupun prosentasenya, selama 10 tahun terakhir. Tren penurunan angka kemiskinan ini juga terjadi, walaupun kita menggunakan kriteria angka kemiskinan dari Bank Dunia. Ini merupakan suatu kemajuan yang nyata dan patut kita syukuri. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk para Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh tanah air, yang telah bekerja keras untuk itu.
Dalam rangka mempercepat penurunan tingkat kemiskinan, pemerintah telah melakukan harmonisasi dan sinergi program dan anggaran penanggulangan kemiskinan di tingkat pusat, yang implemetasinya dijalankan secara nyata di seluruh Indonesia.  Harmonisasi dan sinergi program dan anggaran kemiskinan ini, kita terjemahkan dalam tiga klaster program penanggulangan kemiskinan.

Pada klaster pertama, kita berikan bantuan dan perlindungan sosial kepada keluarga kurang mampu, atau yang kita sebut dengan kelompok sasaran. Kita berikan bantuan melalui penyediaan Beras Untuk Rakyat Miskin (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Masyarakat, serta Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Juga termasuk dalam klaster ini adalah Bantuan bagi Lanjut Usia dan Cacat Ganda terlantar, Bantuan Bencana Alam, Bantuan Langsung Tunai sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, dan Beasiswa untuk anak dari rumah tangga sasaran,

Pada klaster kedua, kita gulirkan program dan anggaran berbasis masyarakat, yang diwadahi dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Desa-desa yang masih memiliki kelompok masyarakat miskin, terus kita dampingi. Mereka kita berdayakan agar dapat memanfaatkan berbagai program yang telah kita sediakan. Dalam PNPM Mandiri ini, masyarakat desa dan kelurahanlah yang menentukan sendiri penggunaan anggaran yang dialokasikan, baik untuk membangun infrastruktur fisik maupun sosial, sehingga diharapkan benar-benar tepat sasaran dan berhasil baik.

Pada klaster ketiga, kita tingkatkan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), termasuk perbaikan iklim berusaha  dan penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Animo dan ekspansi Kredit Usaha Rakyat dalam kurun waktu singkat, menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi masyarakat kita. Hingga tanggal 31 Juli 2008, telah direalisasikan KUR sejumlah Rp. 8,9 Triliun, dengan jumlah debitur lebih dari 950 ribu orang di seluruh tanah air. KUR ini diutamakan untuk kredit di bawah Rp. 5 juta, dan tanpa agunan tambahan. Pemerintah bertekad akan terus memberikan perhatian yang konsisten dan nyata bagi perbaikan kesempatan dan akses usaha, terutama bagi kelompok usaha kecil, menengah, dan koperasi.
Jika diibaratkan, klaster pertama merupakan pemberian ikan bagi rakyat miskin dan hampir miskin, yang memang membutuhkan bantuan perlindungan sosial. Klaster kedua, dapat diibaratkan sebagai pemberian kail agar masyarakat lebih mandiri. Dan klaster ketiga, ibarat memberikan perahu, kita berharap  masyarakat kecil bisa mengembangkan usahanya sendiri, bahkan menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Anggaran untuk program penanggulangan kemiskinan dalam APBN kita,  telah meningkat sekitar tiga kali lipat dalam kurun waktu 2005-2008. Ini menunjukkan adanya pemihakan nyata kepada masyarakat kurang mampu dalam kebijakan kita. Selain itu, peningkatan ini juga membantah anggapan, bahwa pemerintah hanya melakukan retorika dan hanya berwacana. Kita telah berbuat, dan terus berbuat untuk mengentaskan kemiskinan di Tanah Air.

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Hadirin yang saya muliakan,
Bidang pendidikan tetap menjadi prioritas utama  Pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, alokasi  anggaran Departemen Pendidikan Nasional, merupakan alokasi anggaran tertinggi dibandingkan dengan departemen lainnya. Anggaran pendidikan telah meningkat hampir dua kali lipat dari Rp78,5 triliun pada tahun 2005, menjadi Rp154,2 triliun pada tahun 2008. Bahkan, alhamdulillah, untuk tahun anggaran 2009, di tengah-tengah krisis harga minyak dan pangan dunia yang berdampak pada perekono-mian kita, kita telah bisa memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.

Kenaikan anggaran tersebut, digunakan antara lain untuk melakukan rehabilitasi gedung sekolah dan membangun puluhan ribu kelas dan ribuan sekolah baru. Sejalan dengan semangat desentralisasi, pemerintah sejak tahun 2005 memberikan hibah dalam bentuk bantuan operasional langsung ke sekolah yang dikenal dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kita berharap, melalui program BOS ditambah dengan partisipasi pemerintah daerah, program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, dapat dilakukan secara efektif dengan biaya yang rendah dan terjangkau bagi masyarakat.

Saya menyadari pula, walaupun biaya sekolah telah diturunkan, masih ada keluarga Indonesia yang tidak mampu mengirim anaknya ke sekolah. Pemerintah mengatasi masalah ini dengan memberikan bantuan langsung tunai kepada keluarga miskin, dengan syarat anak-anak mereka tetap harus masuk sekolah. BLT bersyarat ini, dikenal juga sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah dilaksanakan di 73 kabupaten / kota. Ke depan, program ini, akan diperluas karena berpotensi memutus rantai kemiskinan antar generasi. Di samping PKH, pemerintah menyediakan beasiswa untuk lebih dari satu juta siswa SD / MI, lebih dari 600 ribu siswa SMP / MTs, 900 ribu siswa SMA/SMK/MA, dan lebih dari 200 ribu mahasiswa PT / PTA. Sebagian besar siswa dan mahasiswa tersebut, berasal dari keluarga tidak mampu.

Khusus untuk anak-anak kita yang berprestasi cemerlang, yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara dengan meraih medali emas dalam olimpiade berbagai cabang ilmu pengetahuan, Pemerintah akan memberikan beasiswa, untuk menuntut ilmu di universitas manapun di seluruh dunia, sampai mencapai gelar doktor. Kita berharap di masa depan, akan ada putra-putri bangsa Indonesia yang berada di garis depan kemajuan ilmu dan teknologi dunia, bahkan kalau bisa meraih hadiah Nobel. Kita patut bersyukur, pada tahun 2007, kontingen Indonesia berhasil  memperoleh 51 medali emas dari berbagai olimpiade sains internasional. Suatu prestasi yang cemerlang dan membanggakan.

Di sisi lain, pendidikan sangat bergantung pula pada kompetensi dan profesionalisme guru dan dosen. Pemerintah terus memperhatikan perbaikan kesejahteraan dan kualitas kompetensi guru, antara lain dengan menaikkan penghasilan mereka. Pada tahun 2004 penghasilan yang diterima guru golongan terendah masih Rp 842,6 ribu per bulan, pada tahun 2008 telah mencapai Rp1,854 juta, atau naik lebih dari dua kali lipat. Langkah lain, kita lakukan dengan meningkatkan kualitas guru dan dosen melalui program peningkatan kualifikasi akademik S1 dan D4 bagi guru, dan pendidikan S2 dan S3 bagi dosen.

Dengan dipenuhinya amanat konstitusi untuk alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN ini, maka lebih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita di semua aspek. Ini termasuk gedung sekolah, perpustakaan dan laboratorium sekolah, bea siswa, kompetensi dan kesejahteraan guru, dan sebagainya. Ini semua adalah investasi kita, untuk meningkatkan daya saing bangsa, demi masa depan bangsa yang gemilang.
Saudara-saudara,

Anggaran fungsi kesehatan pun meningkat tajam, hampir tiga kali lipat, dari Rp 5,8 triliun pada tahun 2005, menjadi sekitar Rp16 triliun pada tahun 2008. Sebagian besar tambahan anggaran, digunakan untuk menggulirkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Posyandu, atau melalui Jamkesmas. Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, kini melayani 76,4 juta jiwa. Untuk lebih meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap obat, Pemerintah telah menurunkan harga obat generik secara substansial, terus menerus dari tahun ke tahun.

Pemerintah, juga melakukan revitalisasi program Keluarga Berencana (KB) yang sempat terbengkalai setelah krisis yang lalu. Selama tiga tahun terakhir, sudah terlihat pencapaian positif program KB.  Dari 4,2 juta peserta KB baru pada tahun 2005, menjadi 5,7 juta peserta pada tahun 2007. Program KB harus terus kita giatkan dan kita tingkatkan, untuk menjaga agar kecenderungan laju pertumbuhan penduduk semakin rendah. Untuk itu, kerjasama dan keterpaduan upaya dengan pemerintah daerah mutlak diperlukan. Dalam era otonomi daerah ini, pemerintah daerah berada di garis depan, dalam sosialisasi dan implementasi program Keluarga Berencana.
Untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender,  kita telah melakukan peningkatan akses dan partisipasi perempuan dalam pembangunan. Pemerintah juga terus meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pusat Krisis Terpadu, dan Ruang Pelayanan Khusus di sejumlah provinsi dan kabupaten / kota.
Peranan kaum perempuan di sektor publik pun semakin meningkat.
Saat ini di seluruh Indonesia terdapat 27 orang Gubenur, Bupati, Walikota atau para Wakilnya yang perempuan. Ini merupakan peningkatan 125 persen jika dibandingkan 4 tahun yang lalu. Di luar pemerintahan, di dunia usaha dan organisasi sosial, semakin banyak pula kaum perempuan yang tampil dan  memimpin. Pemerintah terus mendorong dan mendukung kaum perempuan untuk berkontribusi di sektor publik sesuai dengan kemampuannya.
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Hadirin yang saya muliakan,

Kita bersyukur, walaupun ditengah tekanan eksternal yang bertubi-tubi, kita telah berhasil menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, selama tujuh triwulan berturut-turut. Bahkan Produk Domestik Bruto Non Migas, telah tumbuh mendekati 7 persen pada tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi  kita,    meningkat dari 5,5 persen pada tahun 2006 menjadi 6,3 persen pada tahun 2007. Tingkat pertumbuhan ini dicapai ditengah tekanan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, dan melonjaknya harga pangan dan energi. Bahkan pada Semester I Tahun 2008 kita tetap bisa menjaga momentum perekonomian kita dengan tingkat pertumbuhan mencapai 6,4 persen. Ini merupakan laju pertumbuhan tertinggi setelah krisis ekonomi tahun 1998.

Kita juga bergembira bahwa sumber pertumbuhanpun  makin berimbang. Investasi telah pulih, ekspor telah tumbuh secara signifikan, dan konsumsi masyarakat tetap tumbuh sehat. Dengan serangkaian reformasi ekonomi, seperti perbaikan iklim investasi dan amandemen Undang-Undang Perpajakan, saya yakin, momentum ini akan terus berlanjut. Insya Allah, dalam waktu dekat, laju pertumbuhan ekonomi kita akan kembali pada prestasi yang pernah kita alami selama 30 tahun sebelum krisis ekonomi.
Dalam pada itu, alhamdulillah, di samping utang luar negeri kita kepada IMF telah kita bayar lunas, cadangan devisa kita pun terus meningkat. Bahkan pada bulan Juli 2008 ini, cadangan devisa kita untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia mencapai lebih dari US $ 60 milyar. Hal ini semakin memperkokoh dasar-dasar perekonomian kita, dan menambah kepercayaan dunia usaha pada khususnya, dan publik pada umumnya, akan kuatnya perekonomian kita.

Dari sisi sektor riel, pertumbuhan yang terjadi disumbang oleh berbagai sektor ekonomi. Program revitalisasi pertanian selama tiga tahun terakhir, telah berhasil mendorong sektor pertanian mengalami pertumbuhan tinggi. Prestasi ini, berhasil  mengamankan ketahanan pangan kita, pada saat dunia mengalami tekanan harga pangan yang sangat tinggi, dan munculnya kecenderungan proteksionisme global dalam bentuk larangan ekspor komoditas pangan.

Keberhasilan mendorong sektor pertanian dan industri,  tentunya tidak terlepas dari percepatan penyediaan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur, mempunyai peran yang penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta diyakini sebagai pemicu pembangunan suatu kawasan. Jaringan transportasi dan telekomunikasi dari Sabang sampai Merauke; dari Sangihe Talaud sampai ke Pulau Rote, misalnya,  merupakan salah satu perekat utama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jaringan ini, juga menjadi tulang punggung distribusi, baik barang, penumpang maupun jasa, serta penting dalam peningkatan produksi.
Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerintah menempuh beberapa jalur utama. Pertama, anggaran pemerintah untuk infrastruktur ditingkatkan dari Rp21,9 triliun pada tahun 2005 menjadi Rp 58 triliun pada tahun 2008, atau naik 165 persen.  Peningkatan tersebut memungkinkan penyelesaian beberapa proyek besar seperti Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu),  Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara, dan Bandara Hasanudin di Sulawesi Selatan. Bahkan disain dan pembangunan kedua bandara tersebut menggunakan sumber dana dalam negeri dan tenaga ahli bangsa Indonesia sendiri.

Jalur kedua, dilakukan dengan memberikan jaminan kepada BUMN, khususnya PLN untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik di seluruh Indonesia. Program 10 ribu MW diharapkan secara bertahap akan menghilangkan krisis pasokan listrik di semua belahan Nusantara. Insya Allah, mulai pertengahan 2009, krisis listrik di Jawa – Bali, akan mulai teratasi. Program ini, juga diharapkan akan mengurangi ketergantungan PLN terhadap BBM. Rasio elektrifikasi pun dapat meningkat. Alhamdulillah, saat ini, rasio desa berlistrik telah mencapai sebesar 91,9 persen.
Kita sadar, tidak mungkin semua beban pembangunan infrastruktur harus dipikul pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan swasta untuk ikut membangun dan mengusahakan kegiatan infrastruktur secara adil, kompetitif, dan transparan.

Saudara-saudara,
Di bidang energi, kenaikan harga minyak dunia selama 6 tahun terakhir, mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keamanan energi (energy security) di tanah air. Pembangunan energi sepanjang tahun 2007 hingga pertengahan tahun 2008,  antara lain difokuskan untuk meningkatkan kemampuan pasokan energi dan peningkatan efisiensi pemanfaatan energi. Peningkatan kemampuan pasokan energi, kita lakukan melalui upaya percepatan diversifikasi energi, dengan pemanfaatan energi alternatif non-BBM, termasuk energi baru dan terbarukan (seperti mikrohidro, panasbumi, dan bahan bakar nabati), pelaksanaan konversi minyak tanah ke LPG, dan pembangunan infrastruktur energi, seperti fasilitas transmisi dan distribusi gas. Pemerintah terus bertekad untuk memperbaiki transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola sektor energi dalam rangka memanfaatkan hasilnya semaksimal mungkin untuk kemakmuran rakyat.

Itulah sebabnya, saya membuka pintu lebar-lebar dan mempersilahkan kepada anggota Dewan, untuk menggunakan hak angket, baik menyangkut kebijakan energi, kenaikan harga BBM, manajemen usaha minyak dan gas negara, ataupun penyelidikan yang menyangkut prosedur dan keputusan harga jual gas maupun BBM.  Termasuk juga tentang ekspor impor minyak mentah dan BBM yang menjadi perhatian anggota Dewan dan masyarakat luas. Karena memang kita ingin adanya  transparansi  dalam pengelolaan energi dan sumber daya alam di tanah air kita. Saya juga ingin agar transparansi dan akuntabilitas sebagai ciri-ciri good governance makin tumbuh di negeri ini. Saya berharap, semua pihak memberikan dukungan bagi dilaksanakannya hak angket tersebut dengan sebaik-baiknya.

Di samping itu, kita juga harus melakukan penghematan energi secara efektif. Selama ini kita masih menjadi bangsa yang boros dalam penggunaan energi. Saya telah mengeluarkan Inpres Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi, Bahkan untuk bisa memberi contoh, saya telah menginstruksikan pembentukan Gugus Tugas Penghematan Energi di Kompleks Istana Kepresidenan, termasuk Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. Hasilnya, penghematan energi bisa dilakukan hingga 31,7 persen, selama periode bulan Mei hingga Juli 2008, yang dibuktikan dengan tagihan listrik bulanan yang menurun. Jika Istana Kepresidenan bisa melakukannya, maka semua unit pemerintahan pun seharusnya bisa melakukannya. Untuk itu, saya telah menginstruksikan agar seluruh jajaran pemerintahan, memberikan laporan tentang upaya penghematan energi di lingkungannya masing-masing setiap bulannya.

Tentu saja, yang kita butuhkan adalah penghematan total dari penggunaan energi nasional. Karena itu tidak cukup   penghematan di kantor-kantor pemerintahan semata. Instansi lembaga-lembaga negara juga harus melakukan hal yang sama.  Seluruh masyarakat juga diharapkan melakukan penghematan, baik itu di kantor-kantor swasta, maupun di rumah tangga-rumah tangga. Jika kita semua bisa menghemat listrik sampai 20 persen saja, artinya akan ada penghematan lebih dari Rp. 17,6 triliun.  Ini adalah jumlah yang sangat berarti, yang bisa kita pakai untuk pembangunan pendidikan, kesehatan, infrastruktur atau bahkan pertahanan kita.

Saudara-saudara,
Dalam upaya melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi daerah pasca bencana alam, hingga tahun 2008, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi telah menunjukkan hasil yang optimal. Program rehabilitasi dan rekonstruksi fisik, terutama perumahan, telah selesai di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,  Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara,  Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,  dan di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi secara lebih menyeluruh di Aceh dan Nias, akan terus dilanjutkan, meskipun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, akan berakhir pada bulan April 2009. Sedangkan proses penanganan terhadap korban semburan lumpur panas Sidoarjo, terus kita upayakan. Biaya ganti rugi sebesar 20 persen bagi korban semburan lumpur pada wilayah terdampak, serta rencana penyaluran sisa biaya ganti rugi sebesar 80 persen, diharapkan dapat selesai pada tahun 2008 ini juga.

Berbagai upaya pembangunan yang kita lakukan, memang telah membawa kita ke arah yang lebih maju.  Namun, kita juga harus memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap dampak pembangunan, antara lain, ancaman bagi kelestarian lingkungan. Laju penurunan deforestasi yang telah membaik,  perlu ditingkatkan lagi. Oleh sebab itu, upaya pengendalian dampak lingkungan terus  kita lakukan, seiring dengan aktivitas pembangunan.
Rehabilitasi dan gerakan penanaman,  juga dilakukan untuk mengurangi lahan kritis. Bahkan, pada tahun 2007 yang lalu, dilakukan kegiatan penanaman 86 juta pohon, secara serentak di seluruh tanah air, ditambah dengan penanaman 14 juta pohon oleh Kaum Perempuan Indonesia, melalui Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon. Gerakan ini, telah mendapatkan penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, karena selain berperan untuk menahan laju deforestasi, kita juga dinilai serius dalam mengantisipasi perubahan iklim. Gerakan Nasional ini harus terus kita lanjutkan di masa depan.

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Hadirin yang saya muliakan.
Dalam menjalankan amanat rakyat, sejak awal, saya telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional  2004-2009. Dalam RPJM Nasional, tercantum tiga agenda pembangunan nasional kita, yaitu agenda menciptakan Indonesia yang aman dan damai; menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis; dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pelaksanaan ketiga agenda utama itu, tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang menjadi landasan penyusunan APBN setiap tahun.

Dalam pelaksanaan agenda mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, melalui kerja keras dan upaya yang sinergis, kita berhasil mempertahankan stabilitas sosial, politik dan keamanan dalam kehidupan masyarakat. Wilayah-wilayah rawan konflik seperti Aceh,  Papua, Poso, dan Maluku, alhamdulillah, terus memperlihatkan kemajuan secara nyata, terutama dalam proses pemulihan keamanan dan perbaikan kesejahteraan. Situasi yang semakin stabil, selain memulihkan rasa percaya antar kelompok untuk saling berinteraksi, juga makin meningkatkan kepercayaan dan wibawa aparatur pemerintah dan aparat keamanan di mata masyarakat. Kebijakan pemerintah yang bersifat persuasif, proaktif,  dan berimbang,  ternyata mampu meyakinkan berbagai pihak, bahwa kekerasan, bukanlah solusi terbaik untuk menyele-saikan masalah.

Negara kita sudah semakin aman. Kondisi ini makin kita rasakan mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, di manapun dan kapanpun di negeri ini. Ini merupakan kemajuan yang amat penting, sehingga kita bisa meluncurkan program Visit Indonesia Year 2008, untuk mengembangkan pariwisata Indonesia. Sektor pariwisata, tahun 2007 menyumbangkan penerimaan negara sebesar US $ 5,3 milyar. Dan berbeda dengan sektor lainnya, sektor pariwisata melibatkan jutaan tenaga kerja, di bidang perhotelan, makanan, transportasi, pemandu wisata, sampai industri kerajinan. Menurut laporan, jumlah wisatawan manca negara yang berkunjung ke Bali, sebagai barometer pariwisata Indonesia, terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2007 yang lalu, wisatawan yang berkunjung ke Bali mencapai angka  yang tertinggi sejak krisis 1998, bahkan lebih tinggi dari sebelum terjadinya pemboman di Bali akhir 2002 yang lalu.  Oleh karena itu, agenda mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, terus kita tingkatkan dan kita jaga bersama.

Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap aksi-aksi kejahatan transnasional dan terorisme, juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Aparat keamanan telah berhasil menangkap, mengadili, dan memvonis para pelakunya. Terakhir, aparat kepolisian berhasil menemukan sejumlah bahan peledak dan bom rakitan di Palembang. Di satu sisi, berbagai keberhasilan itu sangat menggembirakan kita semua. Namun, di sisi lain, kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Negara kita, belum aman dari aksi-aksi terorisme. Demikian pula, kita masih harus terus melakukan pemberantasan pembalakan liar, pencurian ikan, dan peredaran gelap narkoba.

Khusus untuk kejahatan narkoba, pemerintah bertekad untuk memberantas sampai ke akar-akarnya. Pemerintah melalui Kepolisian dan Kejaksaan Agung akan melakukan penyidikan dan penuntutan untuk memberikan hukuman yang seberat-beratnya, bagi pengedar narkoba. Mereka ini secara langsung membahayakan generasi muda bangsa, membahayakan masa depan dan kelangsungan hidup anak-anak kita.

Dalam menegakkan kedaulatan negara, kebijakan pertahanan negara kita arahkan pada peningkatan profesionalisme dan kemampuan TNI. Kemampuan pertahanan negara, juga terus kita tingkatkan, antara lain dengan pemeliharaan kekuatan pokok minimum (minimum essential force), kesiapan alutsista,  dan terselenggaranya latihan secara teratur. Pada bulan Juli lalu, telah dilaksanakan Latihan Gabungan TNI yang pertama sejak tahun 1996. Latihan gabungan ini, harus dilakukan secara berkala, agar Prajurit dan Satuan TNI tetap siaga, profesional, dan berkemampuan tinggi, untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah kedaulatan NKRI.
Khusus pembangunan wilayah perbatasan, kita lakukan melalui pendekatan beberapa aspek, terutama  aspek demarkasi dan delimitasi garis batas Negara, disamping melalui pendekatan pembangunan kesejahteraan, politik, hukum, dan keamanan. Prinsipnya adalah, wilayah perbatasan kita harus dianggap sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bukannya halaman belakang negara kita.

Saudara-saudara,
Kesejahteraan dan keamanan Indonesia semakin erat berkaitan dengan situasi internasional.  Karena itu, Pemerintah terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang diabdikan untuk kepentingan nasional kita.  Postur diplomasi Indonesia yang semakin tampil mengemuka, tidak terlepas dari perkembangan demokrasi kita yang semakin mapan, stabilitas politik yang semakin mantap, situasi hak asasi manusia yang terus membaik, serta  ekonomi yang terus tumbuh.

Bulan Desember tahun lalu, Indonesia mengukir sejarah diplomasi, dengan keberhasilan kita menjadi tuan rumah Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim (UN Conference on Climate Change) di Bali, yang berhasil melahirkan kesepakatan historis “Bali Road Map”. Kita akan terus berjuang agar Bali Roadmap tersebut dapat menghasilkan suatu kesepakatan global mengenai perubahan iklim, yang diharapkan dapat dituntaskan dalam Conference of Parties ke-15 di Kopenhagen akhir tahun 2009.

Dalam dua tahun terakhir, Indonesia juga sukses merampungkan kepemimpinan dalam kelompok Developing Eight (D-8), yakni kelompok negara-negara berpenduduk muslim, yang aktif melakukan kerjasama ekonomi dan pembangunan. Bulan Juli lalu, saya menyerahkan tongkat kepemimpinan D-8 kepada Malaysia.
Indonesia juga diundang, untuk pertama kalinya, menghadiri KTT G-8 plus 8 Outreach Summit di Hokkaido, Jepang, bulan Juli lalu. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia, bersama ekonomi-ekonomi besar dunia lainnya, membahas isu-isu global dari perubahan iklim, ketahanan pangan, energi, dan pembangunan.  Sementara itu, Indonesia juga terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian internasional sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Indonesia juga berperan aktif dalam merumuskan Piagam Organisasi Konferensi Islam yang baru. Sebagai hasil Pertemuan Puncak negara-negara OKI di Senegal pada tahun ini, Piagam OKI yang baru telah memuat enam hal penting, yaitu : demokrasi, the rule of law, tatanan pemerintahan yang baik, keadilan sosial, hak asasi manusia, dan hak-hak kaum perempuan. Piagam OKI yang baru ini, membawa angin segar dan sejarah baru dalam pembangunan dunia Islam di masa depan.

Indonesia juga telah memprakarsai dan mendorong ASEAN untuk melakukan transformasi.  Melalui Piagam ini,  ASEAN  tidak lagi menjadi organisasi yang hanya  didasarkan atas deklarasi atau komunike, tetapi menjadi organisasi yang mempunyai status dan kerangka hukum (legal personality) yang jelas.  Dengan demikian, ASEAN dapat beradaptasi agar terus relevan menghadapi perubahan lingkungan strategis internasional.
Hubungan kita dengan Timor Leste juga mengalami perkembangan penting.  Tanggal 15 Juli lalu, Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP), telah menyerahkan laporan akhir kepada Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Timor Leste. Kita menyambut baik laporan itu, dan akan menindaklanjutinya. Kita telah menutup lembaran lama, dan membuka lembaran baru. Membangun semangat baru, penuh kedamaian, kemanusiaan, dan persaudaran di antara kedua negara.

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Hadirin yang saya muliakan.
Mewujudkan  masyarakat yang adil dan demokratis,  merupakan agenda yang sangat penting. Salah satu aspek yang strategis adalah pemberantasan korupsi. Sejak awal saya telah menegaskan, bahwa pemberantasan korupsi memiliki prioritas yang tinggi bagi embanan tugas pemerintah. Penindakan terhadap pelaku tindak pidana korupsi, telah dilakukan tanpa pandang bulu. Tak ada yang kebal hukum di negeri ini. Termasuk juga aparat penegak hukum. Kita bersyukur, sikap tegas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah berhasil mengungkap dan mengusut kasus-kasus tindak pidana, yang merugikan keuangan Negara. Perwujudan Indonesia yang bersih dari korupsi, harus didukung oleh kita semua, baik dengan menyusun perundangan-undangan yang baik dan kuat, maupun dengan pelaksanaan yang konsisten dan tanpa kompromi. Hanya dengan langkah ini, Indonesia dapat membangun martabatnya di mata dunia.
Di sisi lain kita tidak bisa terus hanya memasukkan orang ke penjara karena korupsi. Keberhasilan pemberantasan korupsi justru harus juga dilihat dalam pencegahan perilaku korupsi. Lagipula keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi secara bertahap dan terencana. Reformasi birokrasi, bertujuan untuk memperbaiki pelayanan publik, karena jajaran birokrasi adalah pelayan masyarakat. Langkah yang telah dan terus kita lakukan, mencakup perbaikan sistem dan budaya kerja, pengukuran kinerja, penerapan disiplin, dan remunerasi yang memadai. Termasuk di dalamnya transparansi dalam proses pemerintahan. Inilah esensi dari penerapan tata pemerintahan yang baik (good governance).
Sementara itu, upaya kita untuk terus memperkokoh dan mematangkan sistem demokrasi, telah berjalan dengan baik. Pilkada langsung di berbagai daerah, secara umum, telah berada pada arah yang benar. Tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi.  Rata-rata pada angka 74%. Sampai bulan April 2008, Pilkada sudah dilaksanakan  di  355 Daerah, yakni di 22 Provinsi, 272 Kabupaten, dan 61 Kota di seluruh Indonesia. Dari keseluruhan pelaksanaan Pilkada tersebut, terdapat 176 gugatan terhadap hasil Pilkada. Namun, yang menarik, ketika pengadilan telah mengambil putusan terhadap gugatan tersebut, hampir semua persoalan, kecuali 6 daerah, selesai dengan keluarnya  putusan pengadilan. Ini merupakan wujud dari kedewasaan kita dalam menjalankan demokrasi.
Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan yang saya hormati,

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah air,
Hadirin yang saya muliakan.
Pemerintah terus melanjutkan tekadnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kita akui, tantangan ke depan masih sangat besar. Untuk itu, sebagai rangkaian pembangunan jangka menengah 2004-2009, pemerintah telah menetapkan tema pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2009, yaitu ; “Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan”. Tema itu diterjemahkan kedalam tiga prioritas pembangunan nasional.  Pertama, peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan;  Kedua, percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi; dan ketiga, peningkatan upaya anti korupsi, reformasi birokrasi, pemantapan demokrasi, pertahanan dan keamanan dalam negeri.
Dengan prioritas itu, maka kebijakan alokasi anggaran belanja pemerintah pusat pada tahun 2009 diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi nasional dalam memacu pertumbuhan (pro growth), menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan (pro job), serta mengurangi kemiskinan (pro poor). Ketiga prioritas pembangunan nasional tersebut, kemudian dicerminkan di dalam arah dan postur RAPBN 2009.

Dalam tahun anggaran 2009 Pemerintah bertekad untuk memenuhi amanat konstitusi dalam pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 20 persen, meskipun dalam kondisi anggaran yang masih sangat terbatas. Dalam rangka memenuhi Keputusan Mahkamah Konstitusi tanggal 13 Agustus 2008, tentang alokasi dana pendidikan yang harus kita hormati, maka postur RAPBN 2009 dilakukan perubahan dan pemutakhiran. Buku Nota Keuangan 2009 yang telah diterima oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat, disusun berdasarkan postur RAPBN 2009 yang masih menggunakan asumsi harga minyak sebelum dimutakhirkan dengan perkembangan yang terkini. Dalam dokumen tambahan Nota Keuangan yang disampaikan hari ini, dilakukan perubahan asumsi harga minyak sesuai penurunan harga minyak dunia terakhir. Dengan demikian anggaran subsidi BBM dan listrik juga mengalami penurunan. Sehingga akhirnya, alhamdulillah, anggaran pendidikan sebesar 20 persen dapat dipenuhi, meskipun defisit anggaran harus dinaikkan sebesar Rp. 20 triliun, menjadi 1,9 persen dari PDB.

Sebagai basis perhitungan RAPBN 2009, dengan mempertimbangkan situasi ekonomi global dan domestik, pemerintah telah menyusun asumsi indikator ekonomi makro. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sekitar 6,2 persen, tingkat inflasi 6,5 persen, nilai tukar rupiah rata-rata Rp 9.100 per dolar Amerika Serikat, suku bunga SBI 3 bulan rata-rata 8,5 persen.
Harga minyak dunia masih mengalami pergolakan dan sangat sulit diprediksi. Dalam semester pertama tahun 2008, harga minyak melonjak di atas 40 persen mencapai US $ 147 per barel.   Namun, pada bulan Juli dan awal Agustus ini, harga minyak merosot hingga 20 persen, menjadi dibawah US $ 115 per barel. Pemerintah mengusulkan asumsi tingkat harga minyak mentah Indonesia untuk tahun 2009, adalah sebesar US$100 per barel. Harga ini masih dalam cakupan harga yang disepakati DPR yaitu antara US$ 95-120 per barel.

Pilihan harga minyak rata-rata US$ 100 pada tahun 2009, mencerminkan perkembangan terakhir pergerakan harga minyak dunia dan berbagai proyeksi yang paling mutakhir. Meskipun demikian, pemerintah memandang perlu untuk tetap menjaga APBN dari risiko gejolak harga minyak ke atas yang dapat terjadi seperti yang terlihat dalam kurun 18 bulan terakhir. Tingkat harga minyak tersebut, juga akan disertai penutupan risiko harga minyak ke atas pada tingkat US $ 130. Hal ini disebabkan karena APBN kita jauh lebih rawan terhadap tekanan harga minyak yang lebih tinggi, dibanding jika harga minyak turun. Dengan demikian, kepercayaan terhadap RAPBN 2009 dapat terus terjaga sepanjang tahun 2009, ketika bangsa kita sedang melakukan serangkaian pemilihan umum. Sementara itu, lifting minyak mentah Indonesia pada tahun 2009 diharapkan dapat mencapai 950 ribu barel per hari.
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah air,
Hadirin yang saya muliakan.

Berdasarkan kerangka ekonomi makro tahun 2009 serta sejalan dengan RKP tahun 2009, maka saya mengajukan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2009 sebagai berikut. Pendapatan negara dan hibah direncanakan Rp 1.022,6 triliun, atau meningkat Rp 127,6 triliun (14,3 persen) dari APBN-P tahun 2008. Belanja negara mencapai Rp 1.122,2 triliun, atau naik Rp 132,7 triliun (13,4 persen) dari APBN-P 2008. Dengan demikian, defisit anggaran dalam tahun 2009, diharapkan mencapai Rp 99,6 triliun (1,9 persen PDB).
Dengan besaran RAPBN tahun 2009 seperti itu, maka untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, pendapatan negara serta belanja negara dapat mencapai angka di atas Rp1.000 triliun. Hal ini menunjukkan, semakin jauh meningkatnya volume APBN bila dibandingkan di tahun 2005 yang masih sekitar Rp 500 triliun. Ini juga menunjukan semakin pentingnya APBN dalam perekono-mian dan pembangunan nasional.

Untuk peningkatan pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan dan pembangunan perdesaan, dianggarkan Rp 142,8 triliun. Untuk program penanggulangan kemiskinan dianggarkan sebesar Rp 66,2 triliun. Khusus untuk pembangunan perdesaan dianggarkan sebesar Rp17,0 triliun.
Sasaran yang hendak dicapai adalah:
Pertama, penurunan angka kemiskinan menuju ke angka 12-14 persen;
Kedua, peningkatan partisipasi jenjang pendidikan dasar hingga tingkat pendidikan tinggi;
Ketiga, peningkatan cakupan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu secara cuma-cuma di kelas III Rumah Sakit, dan pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di Puskesmas; dan
Keempat, peningkatan aksesibilitas pelayanan transportasi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam rangka mencapai sasaran percepatan pertumbuhan dan memperkuat daya tahan ekonomi, yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi, Pemerintah mengusulkan alokasi anggaran Rp 77,7 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung pembiayaan bagi berbagai kegiatan yang menunjang pertumbuhan ekonomi sebesar Rp 37,2 triliun, menjaga stabilisasi ekonomi sebesar Rp 978,2 miliar, serta melaksanakan pembangunan infrastruktur dan energi sebesar Rp 39,5 triliun.

Sasaran yang hendak dicapai adalah tingkat pertumbuhan investasi sebesar 12,1 persen dan pertumbuhan ekspor non-migas sekitar 13,5 persen. Dari sisi produksi, sasaran yang akan dicapai pada tahun 2009 adalah pertumbuhan sektor pertanian sebesar 3,7 persen, dan industri pengolahan nonmigas sebesar 6 persen. Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka diharapkan dapat diturunkan menuju angka 7-8 persen dari angkatan kerja.

Selanjutnya, guna mendukung upaya anti korupsi, reformasi birokrasi, serta penyelenggaraan Pemilu 2009 secara jujur, adil, dan aman, Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 16,7 triliun.

Saudara-saudara,
Dari total anggaran belanja Pemerintah Pusat dalam tahun 2009 sebagaimana saya kemukakan tadi, sekitar 36 persen atau Rp312,6 triliun dialokasikan untuk belanja kementerian negara/lembaga. Anggaran tersebut belum termasuk tambahan anggaran pendidikan untuk memenuhi amanat konstitusi sebesar Rp 46,1 triliun yang kami usulkan dalam Nota Keuangan tambahan. Kemudian, sekitar 27,8 persen atau Rp 227,2 triliun untuk subsidi. Anggaran subsidi dalam RAPBN tahun 2009 tersebut akan dialokasikan terutama untuk subsidi BBM sebesar Rp 101,4 triliun, subsidi listrik sebesar Rp 60,4 triliun, serta subsidi pangan, pupuk dan benih sebesar Rp32 triliun. Pemerintah bertekad untuk menjaga stabilitas perekonomian melalui pengendalian harga BBM dan tarif dasar listrik. Namun demikian, Pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan subsidi agar makin tepat dan tidak terjadi salah sasaran, serta mengevaluasi anggaran subsidi berdasarkan perkembangan harga minyak di pasar dunia.

Dalam upaya mengendalikan beban subsidi BBM, Pemerintah akan semakin mempercepat program konversi bahan bakar minyak tanah rumah tangga ke LPG, dan melanjutkan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi melalui kebijakan fiskal dan nonfiskal. Dalam kaitan dengan upaya penghematan subsidi listrik, saya sangat menghargai pengertian masyarakat dan dunia usaha, terkait dengan kebijakan pergeseran jam kerja sektor industri untuk mengurangi beban puncak pemakaian listrik. Insya Allah, dalam beberapa waktu ke depan, penyediaan energi listrik akan dapat bertambah melalui pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt yang sepenuhnya didukung Pemerintah.

Di sisi lain, di sektor pertanian, pengalokasian subsidi pupuk dan benih yang lebih besar dalam tahun 2009, diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi pertanian, utamanya padi, jagung, dan kedele, pada tahun 2009. Sementara itu, peningkatan subsidi pangan direncanakan untuk membantu penyediaan beras dengan harga yang lebih murah bagi sekitar 19 juta rumah tangga sasaran.
Dalam rangka memperbaiki kinerja birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, dalam RAPBN tahun 2009 Pemerintah mengalokasikan anggaran belanja pegawai sebesar Rp143,8 triliun atau naik sekitar Rp20,2 triliun (16,4 persen) dari perkiraannya dalam tahun 2008. Kenaikan anggaran tersebut antara lain, untuk memperbaiki penghasilan aparatur negara dan pensiunan melalui kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok rata-rata 15 persen, pemberian gaji dan pensiun bulan ke-13, serta perbaikan sistim pembayaran pensiun. Selama empat tahun masa pemerintahan ini, pendapatan PNS golongan terendah telah kita tingkatkan 2,5 kali dari Rp 674,0 ribu per  bulan pada tahun 2004 menjadi Rp1,721 juta pada tahun 2009.

Tambahan alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp 46,1 triliun, yang kami usulkan untuk memenuhi amanat konstitusi, digunakan antara lain untuk meningkatkan penghasilan guru, dan peneliti. Dengan demikian pendapatan guru golongan terendah dapat dinaikkan menjadi di atas Rp 2 juta.

Saudara-saudara,
Berdasarkan prioritas RKP 2009 dan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi Kementerian Negara / Lembaga dalam RAPBN tahun 2009, terdapat beberapa kementerian/lembaga yang mendapat alokasi anggaran cukup besar.
Dalam tahun 2009, Departemen Pendidikan Nasional direncana-kan memperoleh anggaran Rp 52,0 triliun. Alokasi ini belum mencakup tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp 46,1 triliun yang kami usulkan pada Nota Keuangan Tambahan. Departemen Pekerjaan Umum Rp 35,7 triliun,  Departemen Pertahanan Rp35,0 triliun, Kepolisian Negara Republik Indonesia Rp25,7 triliun, Departemen Agama Rp20,7 triliun, Departemen Kesehatan Rp19,3 triliun, dan Departemen Perhubungan Rp16,1 triliun.

Alokasi yang besar pada anggaran pendidikan untuk  Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama adalah guna menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Anggaran itu juga ditujukan untuk menaikkan kesejahteraan guru secara signifikan. Dengan anggaran pendidikan yang alhamdulillah sudah mencapai 20 persen dari APBN kita, kita berharap untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini, guna membangun keunggulan dan daya saing bangsa di abad – 21 ini.

Anggaran Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Perhubungan terutama untuk peningkatan pembangunan sarana dan prasarana moda transportasi, serta rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan. Sementara itu, prioritas alokasi anggaran Departemen Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia ditujukan untuk menjaga kedaulatan NKRI, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Prioritas alokasi anggaran Departemen Kesehatan ditujukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah air,
Hadirin yang saya muliakan.
Untuk mendukung pelaksanaan desentralisasi fiskal, dalam tahun 2009 direncanakan anggaran transfer ke daerah sebesar Rp 303,9 triliun atau naik sebesar Rp 11,5 triliun (3,9 persen) dari APBN-P 2008. Anggaran tersebut, direncanakan dalam bentuk dana bagi hasil Rp 89,9 triliun, dana alokasi umum Rp 183,4 triliun, dana alokasi khusus Rp 22,3 triliun, serta dana otonomi khusus Rp 8,3 triliun.
Kebijakan pokok anggaran transfer ke daerah dalam tahun 2009, yang perlu saya garis bawahi, diantaranya adalah DAU direncanakan sebesar 26 persen dari penerimaan dalam negeri neto dengan memperhitungkan subsidi BBM, subsidi listrik dan subsidi pupuk sebagai bentuk berbagi beban (sharing the pain) antara pemerintah dan daerah.

Dengan semakin besarnya anggaran transfer ke daerah dalam tahun 2009, maka sejalan dengan semangat otonomi daerah, saya berharap agar para pimpinan daerah dapat betul-betul memanfaatkan setiap rupiah dana yang diperoleh, untuk dialokasikan secara maksimal bagi kepentingan rakyat. Pimpinan daerah memiliki tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih baik, pembangunan infrastruktur di daerah, serta mendukung program-program pengentasan kemiskinan dan penyerapan pengangguran yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Saudara-saudara,

Untuk mendanai anggaran belanja negara dalam tahun 2009, dalam RAPBN tahun 2009, pendapatan negara dan hibah direncanakan mencapai Rp 1.022,6 triliun, yang berarti  mengalami peningkatan sebesar Rp 127,6 triliun atau 14,3 persen dari  APBN-P 2008. Jumlah tersebut direncanakan berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 726,3 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 295,3 triliun, dan hibah sekitar Rp 0,9 triliun.

Rencana penerimaan perpajakan sebesar Rp 726,3 triliun dalam tahun 2009, berarti naik sekitar Rp 117 triliun atau 19,2 persen dari APBN- P 2008. Peningkatan penerimaan perpajakan dalam tahun 2009 tetap ditargetkan meskipun tarif pajak diturunkan dari 30 persen  menjadi 28 persen  untuk PPh Badan, dan dari 35 persen menjadi 30 persen untuk PPh Orang Pribadi  sesuai UU PPh baru. Bahkan untuk Usaha Kecil Menengah tarif pajak hanya sebesar 15 persen atau diberikan keringanan sebesar 50 persen lebih rendah dari tarif PPh Badan.  Selain itu, ditetapkan kenaikan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dari saat ini, sebesar Rp 13,2 juta menjadi sebesar Rp 15,8 juta untuk wajib pajak Orang Pribadi, sehingga dapat meringankan wajib pajak menengah ke bawah. Ini semua adalah bentuk keadilan dalam kebijakan perpajakan kita, keadilan yang disertai tanggung jawab. Kami akan terus melakukan langkah-langkah perluasan basis pajak dan perbaikan sistem administrasi perpajakan untuk mencapai target yang terus meningkat tersebut.

Di bidang kepabeanan dan cukai, dalam tahun 2009 akan diberlakukan secara penuh penerapan kerjasama perdagangan antara Indonesia-Jepang dengan skema penurunan tarif bea masuk, serta pemberlakuan free trade zone (FTZ) di kawasan pulau Batam, Bintan, dan kepulauan Karimun.

Sementara itu, target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam RAPBN tahun 2009 yang direncanakan mencapai Rp 295,3 triliun, berarti naik Rp 12,5 triliun dari  APBN-P 2008. Untuk mengamankan sasaran PNBP Migas yang saat ini sedang menjadi sorotan anggota Dewan dan masyarakat, dalam tahun 2009 akan dilakukan optimalisasi produksi minyak dan gas yang didukung dengan fasilitas fiskal dan nonfiskal. Kemudian, juga ditempuh upaya pengendalian cost recovery melalui pengendalian alokasi biaya, evaluasi komponen biaya produksi yang dapat dibiayakan (negative list), serta evaluasi standar biaya pengadaan barang dan jasa oleh KPS.
Saudara-saudara,

Defisit anggaran sebesar Rp 99,6 triliun (1,9 persen PDB) dalam RAPBN tahun 2009, direncanakan dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan dalam negeri sekitar Rp 110,7 triliun, dan pembiayaan luar negeri neto minus Rp 11,1 triliun. Dengan demikian pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang kita lakukan, lebih besar dari pada jumlah utang luar negeri baru. Hal ini sesuai dengan tujuan untuk terus mengurangi porsi utang luar negeri dalam pembiayaan defisit kita.

Kebijakan pembiayaan anggaran dalam tahun 2009 tidak hanya bertujuan untuk memperkuat tingkat kemandirian dan mengurangi ketergantungan sumber pembiayaan luar negeri, namun juga ditujukan untuk mendorong pengelolaan utang yang berhati-hati. Sumber pembiayaan anggaran dari dalam negeri, terutama berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara, termasuk Surat Berharga Syariah Negara. Hal ini selain akan memberikan komitmen pengembangan surat berharga berdasarkan prinsip syariah di Indonesia, juga akan menciptakan alternatif surat berharga negara yang lebih bervariasi.

Dengan kebutuhan pembiayaan, baik yang berasal dari dalam negeri maupun pembiayaan luar negeri sebagaimana saya kemukakan tadi, maka rasio utang pemerintah terhadap PDB dalam tahun 2009 diperkirakan akan menurun dari sekitar 54 persen pada tahun 2004, menjadi sekitar 30 persen. Tingkat rasio utang ini, membuktikan tekad yang kita canangkan bahwa Indonesia harus bisa dibangun dengan semaksimal mungkin menggunakan sumber daya kita sendiri. Dengan demikian, suatu saat nanti kita dapat bangga menyampaikan pada generasi penerus, anak cucu kita, bahwa kita mewariskan Negara dengan kekayaan yang makin meningkat, kemakmuran yang merata, dan utang yang makin kecil atau bahkan tidak ada.

Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang saya hormati,
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Hadirin yang saya muliakan,

Demikianlah, pokok-pokok Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah tentang RAPBN Tahun 2009, beserta Nota Keuangannya. Sebelum mengakhiri pidato ini, sekali lagi, saya  mengajak kepada segenap komponen bangsa, marilah di hari ulang tahun Proklamasi kita yang ke-63 ini, dan ke depan, kita bangun kehidupan berbangsa dan bernegara secara sehat, dan menjalin hubungan kelembagaan lebih erat lagi. Sebagai kepala negara, sekali lagi, saya mengajak MPR, DPR, DPD, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, BPK, dan lembaga-lembaga negara lainnya untuk bersinergi membangun bangsa yang tercinta ini. Pemerintah selalu terbuka untuk bekerjasama lebih baik dan menampung munculnya gagasan-gagasan baru, untuk penyempurnaan tata hubungan kelembagaan kita.

Dalam melaksanakan pembangunan nasional di tahun 2009, meskipun merupakan tahun pemilu, saya tetap berharap kita semua memiliki komitmen untuk menjalankan tugas pemerintahan secara maksimal dan fokus pada hasil yang nyata. Kita tidak boleh mengorbankan kepentingan rakyat, dan jangan biarkan pula rakyat kita menunggu. Seluruh sumber daya yang kita miliki, harus kita kelola secara efisien dan efektif, agar hasil-hasil pembangunan nasional benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh rakyat.
Pada tahun 1928 di depan pengadilan Belanda di Den Haag, Bung Hatta yang diadili karena perjuangannya dalam menuntut kemerdekaan menyatakan “Hanya satu negeri yang menjadi negeriku. Ia tumbuh dari perbuatan, dan perbuatan itu adalah usahaku.” Negeri yang dikatakan Sang Proklamator itu adalah Republik Indonesia, dan usaha yang dimaksudkannya adalah usaha Bangsa Indonesia.

Saudara-saudara, kemajuan bangsa ini ada di tangan kita sendiri, Bangsa Indonesia. Kalau kita semua bersatu padu, bahu membahu, seiring sepenanggungan, dalam membangun bangsa, maka tak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tak ada ngarai yang terlalu dalam untuk dilalui, dan tak ada samudera yang terlalu luas untuk diseberangi. Insya Allah, di abad ke-21 ini Indonesia akan menjadi salah satu negara yang maju dan bermartabat di dunia. Maju di segala bidang. Karena kita adalah bangsa yang besar, yang bangkit dengan usaha kita sendiri.

Kepada para teladan yang datang dari seluruh penjuru tanah air yang hadir di tengah-tengah kita pada hari ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat atas keteladanan saudara-saudara. Semoga jejak langkah saudara-saudara diikuti oleh seluruh rakyat di tanah air.
Atas segala pengertian dan dukungan seluruh anggota Dewan dan seluruh rakyat, saya ucapkan terima kasih.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.  Mari kita kokohkan persatuan, kebersamaan dan kerja keras dari segenap komponen bangsa untuk membangun bangsa dan negara Republik Indonesia yang besar, maju, jaya, dan gemilang.
Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia!
Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 15 Agustus 2008PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Sumber : http://www.indonesia.go.id

Oleh: hadilestari | Mei 17, 2009

daftar perumahan di bandung

Daerah Soekarno-hatta dan sekitarnya (gede bage juga termasuk):
1. Pratama Asri
2. D’casa grande
3. Cipaganti rahayu regency
4. Graha batu karang
5. Cipta pesona batu karang
6. Saturnus regency
7. Alamanda asri
8. Bumi adipura
9. Griya cempaka arum
10. Bandung inten indah
11. Bumi panyileukan
12. Bumi panyawangan
13. Pinus regency
14. Batununggal indah
15. Graha bukit raya
16. Saluyu residence
17. Graha panyileukan asri

Daerah Ujung berung ke sana lagi:
1. Ujung berung regency
2. Villa pasir wangi
3. Tamansari manglayang regency
4. Cipaganti dreamland
5. Bumi asri
6. Cibiru asri
7. Bumi orange
8. Permata biru
9. Griya mitra cinunuk

Daerah Timur sebelum Ujung berung (Suci, antapani, arcamanik):
1. Surapati core
2. Puri jatihandap residence
3. Jatihandap regency
4. Green valley residence
5. Jatihandap city view
6. The green padasuka
7. Pasir layung asri
8. Giri mekar permai
9. Arcamanik raya
10. Nirwana
11. Anggrek residence
12. Bandung city view

Daerah Sariwangi:
1. Sariwangi city view
2. Puncak sariwangi
3. Griya amanda
4. Sariwangi regency
5. Cihanjuang regency

Daerah Dago dan sekitarnya:
1. Cigadung permai
2. Bojong koneng makmur

Daerah Selatan (dayeuhkolot, buah batu, kopo dan sekitarnya):
1. Taman kopo indah
2. Taman cibaduyut indah
3. Cijagra indah
4. Permata sukamukti
5. Buah batu regency
6. Permata buah batu
7. Graha rancamanyar
8. Permata kopo
9. Bojong malaka indah
10. D’amerta
11. Graha sari endah

Daerah Banjaran:
1. Griya permata indah

Daerah Soreang:

Daerah Padalarang:
1. Pondok padalarang indah
2. Kota baru parahyangan
3. Graha padalarang indah

Daerah Cigondewah:
1. Rahayu the garden residence

Daerah Cimahi:
1. Puspa regency batujajar
2. Graha marga asih

Apartemen bersubsidi di Bandung:
1. Sanggar hurip (daerah soekarno hatta) di Sanggar kencana (klo dari MTC soekarno hatta, rancabolang ke kiri, sanggar hurip ke kanan)
2. Buah batu apartmen park
3. di Kopo ga tau deh namanya apaan, lupa :p
4. The edge di Cimahi

Oleh: hadilestari | Mei 17, 2009

lagi cari rumah di bandung ?

Menurut hemat saya, perumahan baru di kota Bandung dan sekitarnya sangat banyak baik di daerah timur, selatan, utara, barat maupun tengah Bandung. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi informasi mengenai beberapa perumahan baru di Bandung yang saya kumpulkan pada akhir tahun 2007, selain saya sambung di bagian 2 di sini dan info perumahan di Bandung tahun 2008/2009 di sini. Rumah-rumah tersebut dapat diperoleh dengan cara tunai maupun kredit pemilikan rumah (KPR).

Informasi beberapa perumahan lain di Bandung juga ditulis oleh Mas Ahmad Mulyanto di artikel ini. Pengalaman Mas Gunawan mencari rumah di Bandung berikut analisis kelebihan kekurangan masing-masing perumahan, dengan sangat lugas ditulis di artikel ini. Beberapa foto perumahan di Bandung saya tampilkan di link ini. Untuk pesan-pesan seputar bursa jual beli rumah mohon masuk di link ini atau tips menawar harga rumah second di sini.

[Catatan: Diurutkan berdasarkan abjad nama komplek perumahan]

Bandung City View a panoramic residence, http://www.bandungcityview.com berlokasi di Jalan Pasir Impun. Info harga sebelum pajak (per 10 Agustus 2006) Tipe Silverstone 155/190 671 Juta, 110/190 165 Juta, Indiana Polis 110/150 467 Juta, 110/138 548 Juta, Interlagos 110/220 618 Juta, 130/215 670 Juta, Daytona 85/123 347 Juta, Monaco 75/121 321 Juta, Imola 60/81 231 Juta, Monza 45/92.5 189 Juta. Info hubungi Ardi di 022–70661599. Cek informasi dan harga terbaru ada di sini.

“Ketika mimpi itu menjadi kenyataan …..”. Duta Regency Cihanjuang yang terletak di Bandung sebelah barat dan masuk wilayah Kota Cimahi ini menawarkan hunian nyaman, aman dan akrab bercirikan arsitektur tropis meditran. Memiliki kantor pemasaran di Jl. Raya Cihanjuang Telp. 022-91119378, menawarkan tipe 45/120 248 Juta, 50/130 281 Juta, 60/181 361 Juta, 75/162 386 Juta, dan 125/246 615 Juta. Pengembang adalah PT. Bangun Bumi Waluya, Jl. Haruman No 7 Bandung. Telepon 022-7316527.

Pinus Regensi menempati area di sebelah utara Jl. Sukarno-Hatta, yaitu setelah Makro dan sebelum Jl. Rumah Sakit atau Polda. Pinus Regensi cukup gencar melakukan promosi baik melalui media surat kabar maupun berbagai pameran. Dengan slogan “Rukan elegan .. mewah ..”, Pinus Regensi menawarkan hunian yang sudah jadi dan tertata. Beberapa tipe rumah dengan LT/LB 42/90 ditawarkan sekitar 225 Juta, 49/120 261 Juta, 62/128 300 Juta, 75/240 498 Juta, dan 200/240 816 Juta. Sedangkan tipe ruko 65/103 ditawarkan 326 Juta. Kantor pemasaran beralamat di Jl. Soekarno-Hatta 783.

Giri Mekar Permai berlokasi di Bandung Timur yaitu di Jl. Cijambe dekat ke Ujung Berung, merupakan perumahan yang sudah jadi dan dihuni oleh ratusan rumah. Giri Mekar yang merupakan naungan Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung ini menawarkan tipe 36/119 115 Juta, 45/133 143 Juta, 54/133 160 Juta, 54/160 167 Juta, 65/120 182 Juta dan 70/128 197 Juta.

Griya Asri Raya 2 menawarkan pemukiman exclusive bernuansa Bali di Bandung Timur. 10 menit dari Tol Buah Batu, dekat sekolah, di tengah-tengah pemukiman dan lingkungan yang dihuni lebih dari 3000 penduduk. Kantor pemasaran di Margahayuland Building, Jl. Sukarno-Hatta 638 Bandung, Telp. 022–7562045, 91365288. Harga jual belum termasuk pajak: 38/91 140 Juta, 45/95 156 Juta, 71/91 206 Juta, 71/95 208 Juta.

Kota Baru Parahyangan kota mandiri berwawan pendidikan, menawarkan hunian bernuansa alam. Berada dekat keluar pintu Tol Padalarang, 1.5 jam dari Jakarta lewal Tol Cipularang, 15 menit dari Pintu Tol Pasteur. Kantor pemasaran 022–6803888 atau http://www.kotabaruparahyangan.com. Info harga: not available. Contoh rumah yang dipajang di Bale Puri:

Padmae Regency menawarkan “housing for urban people”, hunian exclusive dan elite di pusat kota Bandung yang menghadirkan rumah dua lantai dengan arsitektur modern minimalis di dalam cluster tertutup dengan lingkungan yang hijau asri. Kantor pemasaran di telp. 022–5228401, 85240042. Tipe 155/259 1.145 Juta, 155/257 1.139 Juta, 155/180 921 Juta, 120/140 718 Juta, 120/128 687 Juta.

Panghegar Town House di Jalan Mars III Margahayu Raya Bandung, berslogan “living smart living easy” oleh Panghegar Group yang berkantor di Hotel Panghegar Jl. Merdeka 2 Bandung, telp. 022–7560995, 4207127. Harga belum termasuk pajak: 115/158 679 Juta, 115/125 601 Juta, 103/150 628 Juta, 99/108 517 Juta, 97/122 555 Juta.

Pondok Graha Lista berlokasi di daerah Ciwaruga – Bandung, menawarkan hunian ekslusif dengan beberapa tipe 45/100 275 Juta, 70/120 385 Juta, Gold/100 488 Juta, Platinum/120 558 Juta dan tipe ruko/74 445 Juta. Kantor pemasaran ada di Jl. Ciwaruga Perum Pondok Graha Lista Blok F No. 1.

Pratama Asri menawarkan hunian strategis di kawasan Bandung Timur, hanya 100 meter dari Soekarno-Hatta dekat MTC, Makro, Metro, RSAI. Kantor pemasaran di Komplek Pratama Asri A8 Jalan Cipamokolan, telp. 022–70090131. Harga sebelum pajak: 36/72 171 Juta, 45/90 212 Juta, 45/96 225 Juta, 54/108 259 Juta, 70/125 314 Juta, 100/125 394 Juta.

Sariwangi Regency menawarkan hunian asri di Bandung Utara, dekat Politeknik ITB. Memiliki kantor pemasaran di Jl. Bukit Raya III Komplek Bukit Sariwangi, Jalan Sariwangi Bandung, Telp. 022-70213103, 70749114. Harga jual belum termasuk pajak: tipe 27/74 109 Juta, 36/80 134 Juta, 45/90 158 Juta, 54/100 182 Juta, 70/100 211 Juta, 54/120 198 Juta, dan 70/120 227 Juta.

The Green Setiabudi menawarkan lokasi unggulan di Bandung Utara yang tepat untuk berinvestasi dengan kenyamanan dan kesegaran alam pegunungan, sangat cocok untuk Anda yang menginginkan ketenangan. Perumahan yang terletak di sekitar Terminal Ledeng – Bandung ini membuka harga mulai dari 300 Juta. Beberapa tipe rumah 1 lantai: 36/120 301 Juta, 45/150 373 Juta, 54/180 446 Juta, 60/200 495 Juta. Tipe rumah 2 lantai: 90/150 497 Juta, 120/200 660 Juta, 200/360 1.140 Juta, 240/400 1.310 Juta. Kantor pemasaran di Jl. Cipaku Indah II Bandung, Telp. 022-70736807.

Rumah nyaman di perbukitan dengan pemandangan kota Bandung. Villa Pasirwangi berjarak sekitar 1.8 km dari Pasar Ujung Berung, menawarkan tipe 22/60 49 Juta, 36/160 148 Juta, 45/175 172 Juta, 54/225 235 Juta dan 160/240 525 Juta. Sedangkan tipe ruko 68/113 ditawarkan 230 Juta. Villa Pasirwangi termasuk wilayah Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung, berkantor di Jl. Raya Ujung Berung 103 Bandung, Telp. 022-7832074, 70472267.

Oleh: hadilestari | Mei 13, 2009

Hati-hati virus Flu H1N1 !

Masyarakat internasional kembali terhentak dengan ancaman wabah virus H1N1 (swine flu), sementara dalam saat yang sama ancaman wabah flu burung masih terus menghantui.

Virus flu babi ini dilaporkan mewabah pertama kali di Meksiko dan menular ke beberapa negara bagian Amerika Serikat. Penularannya kemudian meluas ke beberapa negara Eropa dan Asia, termasuk China, Korea Selatan, Hong Kong, dan Selandia Baru.

Publikasi data Badan Kesehatan Dunia (WHO) per 4 Mei 2009, total 21 negara telah tertular virus ini (http://www.who.int/csr/disease/swineflu/). Jumlah korban terbanyak terjadi di Meksiko yakni 149 orang dilaporkan meninggal dunia dengan dugaan kuat akibat infeksi virus flu H1N1. Sedangkan di luar Meksiko, hanya tercatat satu kasus kematian yakni yang terjadi di Amerika Serikat.

Respon Berbagai Negara

Kondisi wabah di Meksiko dan Amerika Serikat tersebut telah disikapi secara beragam oleh berbagai negara. Di Jepang, misalnya, manajemen bandara internasional telah memperketat pengawasan terhadap penumpang yang tiba dari Meksiko. Petugas karantina mengenakan masker hidung dan mulut saat mengaplikasikan alat pendeteksi suhu tubuh untuk mendeteksi para penumpang yang kemungkinan menderita demam dan gejala-gejala flu. Pemerintah Korea Selatan dan Taiwan juga menerapkan kebijakan dan prosedur yang sama.

Seluruh penumpang yang baru tiba dari Negara-negara terjangkit flu H1N1 harus melewati pemeriksaan medis. Pemerintah Korea Selatan juga memerintahkan untuk mengkarantina daging babi import asal Meksiko dan Amerika Serikat. Pemerintah Rusia bahkan menerapkan kebijkan yang lebih keras lagi yakni melarang impor daging babi dari kedua Negara tersebut, dan sembilan negara Amerika Latin.

Pemerintah Indonesia sendiri juga telah bereaksi secara cepat dan cukup keras. Presiden SBY bahkan telah menginstruksikan untuk menghentikan sementara impor produk-produk babi dan hasil olahannya dari negara-negara tertular penyakit, terutama Meksiko dan Amerika Serikat. Di samping itu juga telah diinstruksikan pengawasan karantina secara ketat pada pintu bandar udara dan pelabuhan laut utama. Tak ketinggalan, alat detector suhu tubuh pun telah dioperasikan pada Bandara internasional Soekarno-Hatta.

Strain Baru dan Penularannya

Munculnya strain virus flu H1N1 ini sebenarnya tidaklah mengherankan para ahli kesehatankhususnya ahli mikrobiologi, karena telah diprediksikan jauh sebelumnya seiring dengan merebaknya wabah virus flu burung yang disebabkan oleh strain H5N1. Virus flu H1N1 yang dikenal juga sebagai virus influenza babi (swine influenza) tipe A jenis strain H1N1 adalah strain virus yang diduga muncul sebagai campuran dari virus flu pada babi, unggas, dan manusia.

Pencampuran materi genetik virus hewan dan manusia ini memudahkan virus yang semulanya hanya berjangkit diantara hewan saja, sekarang memiliki kemampuan menjangkiti manusia dan berpeluang menimbulkan pandemi. Kasus pandemik influenza terparah terjadi dalam rentang tahun 1918 – 1919 dimana jutaan orang meninggal di seluruh dunia. Namun terkait dengan wabah influenza kali ini, WHO mengisyaratkan bahwa jika saja pandemik virus H1NI terjadi, kondisinya tidak akan separah pandemik di masa lalu mengingat perbedaan tingkat keganasan virus, status gizi, serta keberadaan layanan sarana dan prasarana kesehatan masa sekarang yang sudah jauh lebih baik.

Penyebaran virus flu H1N1 pada orang sama dengan virus flu pada umumnya. Virus menyebar terutama dari orang ke orang melalui batuk ataupun bersin oleh penderita influenza. Kadangkala seseorang dapat terinfeksi karena bersentuhan dengan obyek yang sudah tercemar virus dan kemudian orang tersebut menyentuh hidung atau mulutnya. Virus sudah dapat ditularkan sehari sebelum penderita menampakkan gejala hingga hari ke tujuh atau lebih setelah muncul gejala sakit. Virus flu H1N1 tidak ditularkan melalui makanan dan karenanya seseorang tidak dapat tertular flu H1N1 akibat mengkonsumsi daging babi.

Gejala Penyakit

Simptom atau gejala-gejala flu H1N1 adalah sama dengan simptom penyakit flu biasa musiman (seasonal flu) yang meliputi demam, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri badan, sakit kepala, kedininginan, dan lemas. Beberapa pasien penderita flu H1N1 dilaporkan mengalami diare dan muntah. Pada kasus yang berat dan dikategorikan sebagai kasus emergensi, gejala yang teramati berupa kesulitan bernafas atau nafas yang pendek, adanya rasa sakit pada dada ataupun perut, pusing secara tiba-tiba, ataupun muntah terus-menerus.

Pencegahan dan Pengobatan

Hingga saat ini belum ada vaksin untuk melindungi seseorang dari penyakit flu H1N1. Namun, Central for Diseases Control (CDC) atau Pusat Pencegahan dan Pengendalian Amerika merekomendasikan beberapa tindakan-tindakan sederhana praktis untuk mencegah penularan virus yang menyebabkan gangguan pernafasan tersebut. Tindakan-tindakan tersebut antara lain: Menutup hidung dan mulut dengan kerta tisu saat batuk ataupun bersin dan membuang tisu tersebut ke kotak sampah tertutup; mencuci tangan sesering mungkin dengan air hangat dan sabun, terutama setelah bersin atau batuk; hindari menyentuh mata, hidung, ataupun mulut karena virus masuk ke dalam tubuh dengan cara tersebut; hindari untuk kontak atau berdekatan dengan penderita; jika seseorang terinfeksi virus flu sebaiknya tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain agar tidak menyebarkan virus kepada orang lain baik di rumah, di sekolah ataupun di tempat kerja (http://www.cdc.gov/swineflu/swineflu_you.htm).

Selanjutnya, jika seseorang menderita sakit dan mengalami gejala-gejala influenza seperti dijelaskan di atas maka sangat disarankan untuk meminta penanganan medis kepada perawat ataupun dokter. Pengobatan harus dilakukan seawal mungkin. Untuk obat, WHO dan CDC merekomendasikan oseltamivir ataupun zanamivir untuk digunakan pada pengobatan ataupun pencegahan infeksi virus flu H1N1 pada manusia.

Kasus Flu H1N1 pada Ternak di Indonesia

Kasus influenza babi belum pernah dilaporkan di Indonesia, termasuk di dalam wilayah provinsi NTT. Swine influenza merupakan penyakit gangguan pernafasan pada babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Penyakit ini meskipun memiliki angka kematian rendah, hanya 1 – 4%, namun memiliki dampak ekonomi yang cukup besar terhadap industri peternakan babi. Pada babi, disamping menyebabkan gejala-gejala flu, penyakit ini juga menyebabkan penururan kesuburan dan bahkan keguguran pada induk babi. Data penelitian menunjukkan bahwa 30% hingga 50% babi komersial di Amerika Serikat pernah terinfeksi dengan virus flu H1N1. Bahkan, penelitian terbaru di Negara tersebut mengungkapkan bahwa 15% – 25% peternak babi, dan 10% dokter hewan sudah pernah terinfeksi dengan virus flu H1N1. CDC juga melaporkan bahwa wabah flu H1N1 pernah berkecamuk di tahun 1976 yang menyebabkan lebih dari 200 orang menderita sakit, beberapa di antaranya sakit cukup serius, dan satu orang meninggal dunia.

Babi terinfeksi virus flu H1N1 dari ternak lain yang sakit, tetapi dapat juga terinfeksi oleh unggas (flu burung), dan dari manusia (flu manusia). Infeksi silang yang terjadi di antara ketiga species ini berpeluang untuk melahirkan tipe atau strain virus flu yang baru. Hal inilah yang dikhawatirkan terjadi dengan virus flu H1N1 yang saat ini mewabah di Meksiko dan Amerika Serikat dan banyak Negara lain di dunia. Secara tipikal, virus tersebut adalah virus H1N1 namun secara genetik telah mengalami perubahan atau mutasi sehingga virus menjadi lebih ganas dan lebih mampu menular di dalam populasi manusia.

Disorientasi Penanganan Ancaman Wabah

Untuk mencegah mewabahnya virus flu H1N1 ke dalam wilayah yang masih steril beberapa Negara, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, melarang impor produk-produk asal babi. Bahkan ironisnya, Mesir telah memusnahkan lebih dari 300 ribu ekor babi dengan tujuan mencegah masuknya virus ke dalam Negara tersebut- suatu strategi yang dikritik WHO sebagai tindakan yang keliru atau tidak tepat (inappropriate action).

Untuk menghindari salah-kaprah dalam penanganan wabah virus ini yang dapat berujung pada pemusnahan populasi babi secara berlebihan sehingga mengancam industri peternakan babi, maka WHO tidak lagi menggunakan istilah ‘virus swine flu’ (virus flu H1N1) tetapi menamai virus flu ini dengan menggunakan nama ilmiahnya yakni ‘virus influenza A H1N1’.

Di Indonesia, beberapa pemerintah daerah nampaknya lebih memfokuskan diri kepada permasalahan penyakit pada peternakan babi daripada penanganan terhadap ancaman wabah virus influenza H1N1 itu sendiri. Sejumlah pemerintah daerah kabupaten di Jawa Barat dan Jawa Tengah misalnya secara tegas melarang peternakan babi di dalam wilayahnya untuk mencegah penularan virus flu H1N1.

Sungguh ironis bahwa kebijakan pencegahan penyakit dilakukan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan aspek biologis, epidemiologis, dan ekonomis. Wabah virus H1N1 saat ini tidak lagi berhubungan dengan babi karena virus sudah secara mudah menular di antara orang. Cepatnya penularan ke wilayah Negara lain lebih disebabkan oleh mobilitas transportasi orang yang tinggi, dan bukan karena impor produk-produk asal babi, apalagi karena memakan daging babi.

Virus influenza H1N1 tidak ditularkan melalui konsumsi daging babi ataupun makanan lain. Kasus penderita flu H1N1 pada orang di Selandia Baru, Hong Kong, China dan banyak negara lain di dunia, ditemukan pada orang yang memiliki riwayat berkunjung ke negara tertular, khususnya ke Meksiko. Hal ini membuktikan bahwa virus H1N1 asal Meksiko dan Amerikan Serikat adalah ‘biang kerok’ dari wabah flu H1N1 di dunia saat ini yang penularannya harus dicegah atau diminimalisir melalui penerapan strategi yang benar dan efektif dengan memperhatikan kaidah-kaidah biologis dan epidemiologis. Bagi Indonesia, fokus pencegahan terhadap peluang masuk dan merebaknya virus H1N1 seharusnya lebih diarahkan kepada potensi penularan oleh orang terinfeksi meskipun harus diakui upaya preventif membendung masuknya virus dari luar dapat saja menuai kegagalan. Seorang pelancong yang telah terinfeksi virus H1N1 dapat saja menularkan virus tersebut sehari sebelum ataupun 7 hari setelah menunjukkan gejala sakit flu, dan gejala demam-nya tidak terdeteksi oleh alat detektor panas.

Terlepas dari potensi kegagalan tersebut, manusia haruslah tetap menjadi prioritas utama pencegahan dan penanganan penyakit karena mereka adalah species penular dan korban utama infeksi virus H1N1.

Meskipun saat ini Indonesia masih dinyatakan bebas dari penyakit flu H1N1, upaya-upaya kesiagaan dini yang bertumpu kepada peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat seharusnya sudah mulai digalakkan. Sosialisasi penyakit utamanya tentang cara-cara menghindari penularan perlu dirintis dan diintensifkan yang mencakup pembatasan mobilitas sosial bagi penderita flu, peningkatan pengetahuan higienis dan sanitasi, penyediaan dan pemakaian masker mulut dan hidung.

Sosialisasi seyogyanya dimulai dari kelompok yang lebih rentan, utamanya anak-anak sekolah mulai dari play group hingga sekolah dasar dan menengah. Di samping itu, diperlukan perhatian serius dalam penyediaan obat-obat flu, serta perbaikan sarana dan prasarana kesehatan dalam kaitan menghadapi ancaman wabah influenza.

Meskipun babi bukan merupakan penular utama virus H1N1, namun mengingat sifat virus influenza yang mudah melakukan perubahan karena melakukan pencampuran materi genetik yang kemudian memunculkan varian virus baru maka upaya-upaya sanitasi dalam budidaya ternak babi perlu ditingkatkan. Populasi ternak tidak boleh terlalu padat dan ventilasi udara di dalam kandang harus diperhatikan agar pertukaran udara bersih berlangsung secara baik. Di samping itu, faktor mutu dan jumlah pakan juga harus diutamakan agar ternak dalam kondisi fit sehingga lebih resisten atau tahan terhadap infeksi virus.

Selanjutnya, kerjasama proaktif antara peternak dan petugas kesehatan hewan perlu dikembangkan. Kondisi ini tidak saja akan memudahkan bantuan teknis kesehatan namun juga memungkinkan penanganan dini terhadap kasus penyakit. Sudah tentu kerjasama dan koordinasi lintas sektor perlu dirajut untuk memadukan arah dan langkah pengendalian penyakit yang melibatkan manusia dan hewan ini.

Pada akhirnya, hampir dapat dipastikan bahwa ancaman wabah penyakit menular, termasuk virus flu influenza H1N1, dengan intensitas yang beragam, akan terus mengintai dan mengancam kehidupan umat manusia. Kita mungkin akhirnya akan memutuskan untuk hidup berdampingan dengan mikroorganisme penyebab penyakit tersebut. Namun, yang terpenting adalah manusia dengan kemampuan akal budi, ilmu dan teknologi mampu mencegah atau bahkan mengendalikan dampak negatif dari keberadaan dan ancaman mikroorganisme patogen di sekitar lingkungan kita.

Oleh : Drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc, Dosen Mikrobiologi dan Parasitologi Fakultas Peternakan Undana

Oleh: hadilestari | Mei 12, 2009

Agar irit BBM

Kenaikan BBM tentunya akan berimbas pada makin banyaknya biaya yang
harus dikeluarkan untuk berkendara. Ini adalah beberapa tips untuk
meminimalkan konsumsi BBM selama berkendara menggunakan mobil.

* Pada transmisi manual, jumlah BBM yang mengalir dari tangki BBM
ke mesin adalah fungsi dari injakan pedal akselerator (pedal gas).
Semakin diinjak, semakin cepat aliran BBM ke mesin. Untuk
meminimalkan
konsumsi BBM, kita perlu sebisa mungkin meminimalkan injakan pedal
akselerator/ gas ini.

* Ketika menambah kecepatan pada mobil dengan transmisi manual,
gantilah transmisi dengan cepat. Atau dengan kata lain, gunakan
transmisi setinggi mungkin tetapi dengan tetap menjaga tenaga dari
mesin. Jika transmisi yang lebih tinggi membutuhkan injakan pedal gas
yang lebih sedikit, maka gantilah ke transmisi yang lebih tinggi.
Sebaliknya juga berlaku, jika transmisi lebih rendah membutuhkan
injakan pedal gas yang lebih sedikit, maka gantilah ke transmisi yang
lebih rendah, ini berlaku terutama jika jalan dalam kondisi menanjak
atau mobil sedang membawa beban berat.

* Minimalkan menginjak pedal rem. Penggunaan rem akan mengkonversi
energi kinetik ke dalam energi panas pada piringan rem. Sedangkan
energi kinetik mobil sebelumnya berasal dari energi kimia yang
dikandung BBM. Sebagai contoh, jika mobil anda melaju menuju sebuah
perempatan, sebaiknya hentikan menekan pedal gas jauh sebelum dekat
dengan perempatan tersebut, pindahkan transmisi ke netral dan baru
mengerem mobil setelah dekat dengan perempatan. Jika anda memilih
tetap meningkatkan akselerasi, maka BBM yang terbuang menjadi panas
akan lebih banyak.

* Sewaktu membeli mobil, pilihlah mobil bertransmisi otomatis.
Mobil bertransmisi otomatis seharusnya lebih mudah digunakan jika
kita
ingin menghemat BBM tanpa perlu mengubah kebiasaan mengemudi.
Sedangkan boros atau tidaknya konsumsi BBM pada mobil bertransmisi
manual lebih banyak tergantung kepada disiplin pengemudinya.

* Sewaktu membeli mobil, pilihlah mobil yang berwarna terang.
Mobil berwarna gelap akan menyerap lebih banyak panjang gelombang
daripada mobil berwarna terang. Hal tersebut akan menyebabkan energi
panas lebih mudah memasuki interior mobil berwarna gelap. Akibatnya,
AC mobil berwarna gelap akan bekerja lebih keras untuk mempernyaman
interior mobil, baik secara otomatis maupun secara manual oleh
pengemudi.

* Hindari kemacetan. Kemacetan adalah salah satu sumber utama
pemborosan BBM. Kalau perlu pulanglah dari kantor ketika jalanan
sudah
tidak macet, atau ambil jalan yang agak memutar untuk menghindari
titik-titik kemacetan. Lebih baik lagi, gunakanlah sarana
transportasi
umum jika memungkinkan.

* Parkirkan mobil di tempat yang teduh. Atau jika tidak dapat
menemukan tempat yang teduh, gunakan reflektor cahaya matahari untuk
meminimalkan energi panas yang memasuki mobil. Interior mobil yang
panas akan membuat kerja AC lebih berat, terutama ketika baru
menyalakan mobil.

* Pilihlah mobil dengan ukuran mesin dan jumlah silinder yang
rendah. Kapasitas mesin dan jumlah silinder tidaklah terlalu penting.
Mobil bermesin 4 silinder dengan kapasitas 1.3 liter sama fungsinya
dengan mobil bermesin 6 silinder berkapasitas 3 liter. Keduanya bisa
membawa diri anda ke tujuan anda. Perbedaan terbesarnya hanyalah
bahwa
mesin mobil berukuran besar umumnya lebih boros BBM daripada mesin
mobil berukuran kecil.

* Jika membeli mobil, pilihlah mobil baru dengan teknologi
terbaru. Teknologi mesin baru biasanya lebih hemat BBM daripada mobil
dengan teknologi lama.

* Jangan sampai terlambat mengganti oli. Semakin lama penggunaan
oli, maka daya pelumasannya akan semakin berkurang. Akibatnya lebih
banyak BBM yang terkonversi menjadi panas di dalam mesin.

*Jika nantinya sudah tersedia di Indonesia, pilihlah mobil
hibrida. Seperti halnya mobil konvensional, mobil hibrida memiliki
mesin pembakaran internal. Tetapi, selain itu, mobil hibrida juga
memiliki baterai dan mesin listrik.

Oleh: hadilestari | Mei 12, 2009

Inilah mobil-mobil hemat BBM

Hemat BBM merupakan pilihan tepat disaat kondisi krisis seperti sekarang ini,Tapi jika mau beli mobil baru atau bekas berikut ini daftar – daftar mobil yang hemat BBM sehingga jika mau membeli sudah sesuai dengan keinginan, misalnya butuh mobil untuk mobilitas kerja dan keperluan sehari – hari atau butuh mobil keluarga yang bisa muat banyak penumpang tapi irit,berikut spesifikasinya :

1.Chery QQ
Spesifikasi :
Mesin : 812 cc 3 silinder
Bore x stroke : 72x 66.5 mm
Tenaga maksimum : 52 dk/6000 rpm
Torsi maksimum : 70 Nm/3500 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Premium
Tangki : 35 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 9.2 km/l
– Tol : 19.4 km/l
– Kombinasi : 14.3 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 18.3 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 54.9 m

2. Daihatsu sirion 1.3 M/T
Mesin : 1298 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 72x 79.7 mm
Tenaga maksimum : 92 dk/6000 rpm
Torsi maksimum : 12.2 kgm/4400 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Premium
Tangki : 40 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 9.4 km/l
– Tol : 18.9 km/l
– Kombinasi : 14.2 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 11.9 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 56.5 m

3. Hyundai Avega G M/T
Mesin : 1495 cc 4 silinder
Bore x stroke : 75.5x 83.5 mm
Tenaga maksimum : 89 dk/5800 rpm
Torsi maksimum : 13.3 kgm/3000 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Premium TT
Tangki : 45 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 9.3 km/l
– Tol : 22.5 km/l
– Kombinasi : 15.9 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 12.7 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 52.8m

4. Daihatsu xenia 1.0 LI M/T
Mesin : 989 cc 3 silinder
Bore x stroke : 72.0x 81.0 mm
Tenaga maksimum : 63 dk/5600 rpm
Torsi maksimum : 92 Nm/3600 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Premium
Tangki : 45 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 10.2 km/l
– Tol : 13.6 km/l
– Kombinasi : 11.9 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 18.8 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 51.3m

5. Honda City I-DSI A/T
Mesin : 1497 cc 4 silinder I-DSI
Bore x stroke : 79.0x 89.4 mm
Tenaga maksimum : 87 dk/6700 rpm
Torsi maksimum : 128 Nm/2700 rpm
Transmisi : CVT +7 speed steermatic mode
BBM : Premium
Tangki : 42 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 12.1 km/l
– Tol : 30.3 km/l
– Kombinasi : 21.2 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 18.8 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 51.3m

6. Honda Jazz 1.5 I-DSI A/T
Mesin : 1497 cc 4 silinder I-DSI
Bore x stroke : 73.0x 89.4 mm
Tenaga maksimum : 87 dk/5500 rpm
Torsi maksimum : 128 Nm/2700 rpm
Transmisi : CVT +7 speed steermatic mode
BBM : Premium
Tangki : 42 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 9.9 km/l
– Tol : 36.1 km/l
– Kombinasi : 22.9 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 14.62 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 51.6 m

7. KIA Picanto 1.1 M/T
Mesin : 1086 cc 4 silinder
Bore x stroke : 67.0x 77 mm
Tenaga maksimum : 64 dk/5500 rpm
Torsi maksimum : 9.8 Nm/2800 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Premium TT
Tangki : 35 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 11.9 km/l
– Tol : 22.5 km/l
– Kombinasi : 17.3 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 16.1 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 55.3m

8. Nissan Grand livina 1.5 M/T
Mesin : 1498 cc 4 silinder CVTC
Bore x stroke : 78.0x 78.4 mm
Tenaga maksimum : 109 dk/6000 rpm
Torsi maksimum : 15.1 kgm/4400 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Pertamax
Tangki : 54.7 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 11.3 km/l
– Tol : 36.4 km/l
– Kombinasi : 23.8 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 12.2 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 48.6 m

9. Karimun Estilo 1.1 M/T
Mesin : 1061 cc 4 silinder
Bore x stroke : 68.5 x 72 mm
Tenaga maksimum : 65 dk/6200 rpm
Torsi maksimum : 84 Nm/3500 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Premium
Tangki : 35 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 13.7 km/l
– Tol : 28.8 km/l
– Kombinasi : 19.2 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 15.2 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 54 m

10. Suzuki SX4 M/T
Mesin : 1490 cc 4 silinder
Bore x stroke : 78.0x 78.0 mm
Tenaga maksimum : 109 Nm/6000 rpm
Torsi maksimum : 133 Nm/4000 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Pertamax
Tangki : 50 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 12.7km/l
– Tol : 16.2 km/l
– Kombinasi : 14.5 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 11.5 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 43 m

11. Toyota Yaris 1.5 A/T
Mesin : 1497 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 76.0x 84.7 mm
Tenaga maksimum : 109 Nm/6000 rpm
Torsi maksimum : 14.4 Kgm/4200 rpm
Transmisi : Otomatis 4 speed
BBM : Pertamax
Tangki : 42 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 11.3 km/l
– Tol : 20.5 km/l
– Kombinasi : 15.9 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 13.0 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 50.7 m

12. Toyota vios G M/T
Mesin : 1496 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 75.0x 84.7 mm
Tenaga maksimum : 110 dk/6000 rpm
Torsi maksimum : 140 Nm/4200 rpm
Transmisi : Manual 5 speed
BBM : Pertamax
Tangki : 42 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 12.6km/l
– Tol : 25.9 km/l
– Kombinasi : 19.2 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 9.4 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 46.4 m

13. Volkswagen Polo 1.4 A/T
Mesin : 1390 cc 4 silinder
Bore x stroke : 76.5 x 75.6 mm
Tenaga maksimum : 75 dk /5000 rpm
Torsi maksimum : 126 Nm/3800 rpm
Transmisi : Otomatis 4 speed
BBM : Pertamax plus
Tangki : 45 liter
Konsumsi BBM
– Dalam kota : 8.1 km/l
– Tol : 18.2 km/l
– Kombinasi : 13.1 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 18.1 detik
– Pengereman 100 ~ 0 km/jam : 48.8 m

14. Chevrolet Spark New LS M/T
Mesin : 995 cc 4 silinder
Tenaga maksimum : 66 dk /5400 rpm
BBM : Premium
Konsumsi BBM
– Tol : 8.1 km/l
– Kombinasi : 16.5 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 13.7 detik

14. Hyundai Atoz 1.1 M/T
Mesin : 1086 cc 4 silinder
Tenaga maksimum : 78 dk /5500 rpm
BBM : Premium
Konsumsi BBM
– Tol : 17.7 km/l
– Kombinasi : 14.5 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 15.1 detik

15. Isuzu panther LS Turbo M/T
Mesin : 2499 cc 4 silinder turbo diesel
Tenaga maksimum : 80 dk /3500 rpm
BBM : Solar
Konsumsi BBM
– Tol : 14.32 km/l
– Kombinasi : 11.0 km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 19.2 detik

16. Toyota Avanza 1.3 G
Mesin : 1298 cc 4 silinder
Tenaga maksimum : 92 dk /6000 rpm
BBM : Premium
Konsumsi BBM
– Tol : 12.9 km/l
– Kombinasi : N/A km/l
Performa
– kecepatan 0 ~100 km/jam : 12.2 detik

Kesimpulan
Dari hasil mesin pengetesan diatas dapat di urutkan menjadi sbb:

MOBIL DALAM KOTA

Suzuki karimun estilo 1.1 M/T ———— 13.7 km/l
Suzuki SX41.5 M/T————————–12.7 km/l
Toyota Vios 1.5 M/T————————12.6 km/l
Honda City 1.5 i-DSI A/T——————-12.1 km/l
Kia Picanto 1.1 M/T————————–11.9 km/l

JALAN TOL

Nissan Grand livina 1.5 M/T——————36.4 km/l
Honda Jazz 1.5 i-DSI A/T———————-36.1 km/l
Honda City 1.5 i-DSI A/T———————-12.1 km/l
Suzuki karimun estilo 1.1 M/T—————-13.7 km/l
Toyota Vios 1.5 M/T—————————12.6 km/l

JALAN KOMBINASI

Nissan Grand livina 1.5 M/T—————–23.8 km/l
Honda Jazz 1.5 i-DSI A/T——————–22.9 km/l
Honda City 1.5 i-DSI A/T——————–21.2 km/l
Toyota Vios 1.5 M/T————————-19.2 km/l
Suzuki karimun estilo 1.1 M/T————–19.2 km/l

MOBIL PALING CEPAT

Toyota Vios 1.5 M/T———————–9.4 detik
Suzuki SX4 1.5 M/T————————11.5 detik
Honda City 1.5 i-DSI A/T—————–46.6 detik
Nissan Grand livina 1.5 M/T————-48.6 detik
Volkwagen polo 1.4 A/T—————–48.8 detik

MOBIL PALING CEPAT BERHENTI JIKA DIREM

Suzuki SX4 1.5 M/T—————-43.0 detik
Toyota Vios 1.5 M/T————–46.4 detik
Honda City 1.5 i-DSI A/T———46.6 detik
Nissan Grand livina 1.5 M/T—–48.6 detik
Hyundai Avega 1.5 M/T———-48.8 detik

Suzuki karimun estilo merupakan pilihan tepat jika anda sering menggunakan mobil dalam kota, namanya juga mobil city car. Hal ini disebabkan karena si mumun ini mempunyai langkah piston lebih panjang sehingga torsi yang dihasilkan untuk kondisi stop and go lebih dari cukup, apalagi berat kendaran ini kurang dari 1 ton.

Jika Dipakai untuk kondisi kombinasi tol dan kota, maka Nissan Grand livina merupakan pilihan tepat, kelebihannya juga bisa muat 7 orang. Mobil keluarga ini bisa irit karena teknologi yang dipakai cukup modern dengan diaplikasikannya blok mesin menngunakan material alumunium, serta penggnaan plastik pada intake manifold menyebabkan suhu udara yang masuk menjadi rendah.

Bagi pecinta kecepatan yang seneng menggeber kecepatan sampai limit,tapi tidak terlalu boros-boros amat maka pilihlah vios. Tepatlah jika pihak toyota mempunyai semboyan fuelsaver and speed maker

Jarak pengereman paling pendek didapat pada mobil Suzuki SX4, karena SX4 telah dilengkapi dengan fitur ABS dan EBD plus rem cakram berventilasi pada cakram depan

Sumber : Majalah Auto Bild edisi 110

Oleh: hadilestari | April 12, 2009

Cegah kekerasan dalam rumah tangga…

Penyebab kekerasan dalam rumah tangga, adalah sikap nusyuz suami atau istri. Kemudian dua hal yang dapat mencegah kekerasan dalam rumah tangga, yaitu agar suami sebagai qawwam mampu melihat sisi baik pasangan, menasihati dan memperingatkan nusyuz istri dengan penuh kasih sayang. Upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga lainnya adalah sebagai berikut.

Beri Kewajiban Nafkah Terbaik
Tak jarang kekerasan menjelma dalam bentuk tekanan secara ekonomi, maksudnya istri sulit memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga karena jumlah penghasilan suami (tetap atau tidak tetap) tidak pernah utuh sampai di tangan keluarga. Suami sama sekali tidak pernah mengajak istri memanage keuangan, banyak pengeluaran di belakang istri, kikir kepada istri, boros di luar sepengetahuan istri, atau berfoya-foya di luar istri.

Harus diakui bahwa kewajiban nafkah memang berasal dari suami, ?Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya. (Q.S. An-Nisa 2: 34), namun ini harus dicatat bahwa suami tidak serta-merta dapat semena-mena menjatah istri.

Seyogianya, suami yang bertakwa justu selalu berusaha mencukupi sekuat tenaga ekonomi keluarga, meliputi istri dan anak. Berusaha mencukupi pemberian sandang, pangan, dan papan yang terbaik yang dia mampu usahakan. Jangan sampai tega menyalurkan dana tanpa ada musyawarah, suka-suka sendiri mengatur keuangan, dengan maksud kikir, hitungan pada istri sendiri.

Ada contoh istri kesulitan untuk membiayai rumah tangganya disebabkan suami tidak transparan alias kikir pada keluarga yang menjadi tanggungannya. Aisyah berkata bahwa Hindun bintu Utbah pernah bertanya, ?Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang kikir, ia tidak mau memberi nafkah kepadaku dan anakku sehingga aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.? Rasulullah bersabda, ?Ambillah apa yang mencukupi bagimu dan anakmu dengan cara yang baik.? (H.R. Bukhari dan Muslim). Digambarkan bahwa istri sampai terpaksa mengambil sendiri tanpa sepengetahuan suami, masih dapat dibolehkan Rasulullah saw., untuk mengatasi sekadar yang diperlukan.

Keterangan dalam dua hadis lain menegaskan bahwa istri merupakan amanat di hadapan Allah swt., amanat memberi makan dan pakaian yang terbaik. Dari Umar bin al-Ahwash al- Jasyimi r.a., sesungguhnya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, ?Bertakwalah kalian kepada Allah tentang istri karena kalian mengambil mereka dengan amanat Allah dan kalian halal bergaul dengan mereka dengan kalimat Allah dan kewajiban kalian kepada mereka adalah memberi makan dan pakaian dengan cara yang baik.? (H.R. Ibnu Majah)

Selanjutnya, dari Hakim bin Mu?awiyah dari bapaknya r.a. berkata kepada Rasulullah saw., ?Apakah kewajiban suami kepada istrinya?? Ia menjawab, ?Memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, dan janganlah memukul wajah, jangan menjelek-jelekkannya dan janganlah meninggalkannya (di waktu marah) kecuali masih dalam rumah.? (H.R. Ahmad)

Berkomunikasi
Setelah menikah, kecenderungan berkomunikasi straight to the point (langsung) tak jarang yang berbentuk kalimat perintah, berita, atau sekadar basa basi. Ini merupakan atmosfer tidak sehat yang mengarah pada kekerasan verbal dan nonverbal. Kekerasan verbal misal mengumbar kata cerai, memaki pasangan, mengeluarkan kata-kata yang menyakiti pasangan, atau kata-kata ancaman. Kekerasan nonverbal misalnya bahasa tubuh menjauh, memusuhi pasangan, dingin tidak melayani pasangan (kekerasan seksual), ringan tangan, jarang pulang, acuh, cuek, dan diam seribu bahasa. Seiring hati dan pikiran tidak tertuju pada pasangan, tidak diisi dengan rasa kangen, tidak cemburu (dayuts), masa bodoh, seperlunya, dan akhirnya nafsi-nafsi (masing-masing) seperti dua orang asing yang saling menjaga area agar tidak diintervensi. Padahal, seharusnya istri dan suami ibarat ladang yang saling menutupi kelebihan dan kekurangan masing-masing. (lihat Q.S. Al Baqarah 2: 223).

Wujud komunikasi yang terbaik secara nonverbal misalnya ungkapan belaian cinta-kasih sayang, penuh perhatian, sikap lembut, yang dibumbui dengan kata-kata verbal langsung penuh keikhlasan, berupa panggilan mesra, tatapan penuh gelora yang menembus dada, dan kata-kata rayuan sanjungan pada pasangan yang bisa membuat hati melayang,
sebagai pupuk rasa mawaddah (cinta pasca nikah) dan rahmah (kasih sayang).

Jangan heran jika banyak rumah tangga yang terasa hambar karena jarang, irit, dan pelit mengungakapkan rasa suka dan duka, ketakutan, harapan, dan cita-cita. Padahal, pasangan adalah orang yang semestinya paling awal menetahui msalah yang dihadapi pasangannya, bukan orang lain. Walaupun begitu, sikap overprotektif dan introvert tidak akan membawa manfaat dalam rumah tangga karena ada sisi ketidakpercayaaan pada pasangan atau masih ada dusta dan sisi gelap yang tidak ingin diketahui pasangan.

Komunikasi yang sehat dibangun berlandaskan kejujuran: tak ada dusta, tak ada pengkhianatan, mengingatkan sebatas amar ma?ruf nahyi mungkar. Selebihnya, tawakal dan menyerahkan semua pada Allah swt. sebagai penggenggam hati makhluk-Nya.
Dari Aisyah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ?Yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku orang yang paling baik kepada istri-istriku.? (H.R. Ibnu Majah). Terbukti, Rasulullah saw. amat hafal bahasa tubuh pasangannya, memanjakan dengan pangilan mesra, membantu pekerjaan pasangan, transparan dengan siapa beliau berkawan, selalu ingin didampingi istri, mengajak serta mengayuh biduk rumah tangga, ibadah, dan dakwah.

Akhirnya marilah kita renungkan keterangan Rasulullah saw. yang mengingatkan pada pria (suami) bahwa wanita (istri) diperlakukan dengan lembut, ? Berwasiatlah kepada wanita dengan baik karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atasnya. Jika engkau paksa meluruskannya pasti engkau akan mematahkannya, tapi jika engkau membiarkannya tentu akan tetap bengkok, berwasiatlah kepada wanita dengan baik.? (H.R. Bukhari) Wallahu a?lam

(percikaniman.org)

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.